Penjambret Tas Wakil Ketua KIP di Jakpus Berkemeja Rapi, Ini Ciri-cirinya

Anggi Muliawati - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 22:15 WIB
Ilustrasi jambret
Ilustrasi penjambretan (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) Hendra J Kede menjadi korban penjambretan di depan gedung KONI, Jakarta Pusat. Polisi kini telah mengantongi ciri-ciri pelaku penjambretan tersebut.

"Pelaku laki-laki berjumlah dua orang, menggunakan sepeda motor besar warna merah," kata Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Haris Kurniawan saat dihubungi, Senin (24/1/2022).

Haris mengatakan pelaku pengendara motor menggunakan kemeja rapi. Sedangkan pembonceng memakai sweater.

"Yang bawa motor pakai celana bahan atasnya kemeja rapi, yang bonceng pakai sweater bawahnya celana jeans," kata Haris.

Haris mengatakan saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Pihaknya saat ini masih mengumpulkan sejumlah barang bukti dan informasi tambahan lainnya.

"Kita masih kumpulkan alat bukti, petunjuk CCTV dan yang lain, sama kita cari informasi dugaan pelakunya siapa," katanya.

Sedangkan untuk saksi, Hendra mengatakan pihaknya telah meminta keterangan dari beberapa orang yang berada di sekitar lokasi.

"Karena tidak ada yang melihat langsung, jadi hanya wawancara orang di sekitar lokasi," katanya.

Seperti diketahui, Hendra menjadi korban penjambretan di depan pintu keluar gedung KONI, Jl Jakarta, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pada Jumat (21/1) pukul 14.18 WIB itu dia selesai makan siang dan akan berjalan menuju mobilnya yang diparkir di gedung KONI.

"Jadi selesai makan siang saya jalan kaki di Jalan Jakarta menuju mobil saya yang diparkir di KONI, setelah beberapa langkah menjelang pintu keluar KONI, setelah dekat mobil kejadian penjambretan itu," kata Hendra saat dihubungi, Jumat (21/1).

Di dalam tas tersebut, Hendra mengatakan terdapat dokumen-dokumen penting, kunci apartemen Mediterania Kemayoran, dua flashdisk, tiga cincin batu akik, dan satu buah pipa rokok.

"Ada beberapa barang pribadi di tas, tapi yang penting itu ada dua flashdisk yang berisi data-data dokumen saya sebagai Wakil Komisi KIP yang sangat penting untuk saya," katanya.

"Kerugian pribadi nggak saya sampaikan, yang penting bagi saya data-data kedinasan," sambungnya.

(mea/mea)