Wagub DKI Akui Sumber Lonjakan COVID Jawa-Bali Berasal dari Jabodetabek

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 15:16 WIB
Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria.
Riza Patria (Wilda/detikcom)
Jakarta -

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan lonjakan kasus COVID-19 di Jawa-Bali bersumber dari kasus algomerasi di Jabodetabek. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria pun tak menampik hal tersebut.

"Ya memang sekali lagi Jakarta ini kan ibu kota, ibu kota Jabodetabek apalagi interaksi di Jabodetabek sangat tinggi dan warga Jabodetabek itu keluar Jabodetabek juga mungkin ke daerah-daerah lainnya di luar Jabodetabek. Jadi dimungkinkan penularan itu bisa saja melalui warga yang ada di Jabodetabek," kata Riza kepada di Balai Kota Jakarta, Senin (24/1/2022).

Oleh karena itu, Riza meminta warga Jakarta yang beraktivitas di Jabodetabek tetap waspada. Tak lupa, dia mengingatkan kembali pentingnya protokol kesehatan (prokes) dan mengurangi kerumunan.

"Warga di Jabodetabek tidak hanya di Jakarta, memang harus hati-hati, pastikan kita hadir di mana pun menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan, hindari kerumunan, kurangi mobilitas, hindari makan bersama, itu hal-hal yang sudah menjadi ketentuan," ujarnya.

Lebih lanjut, Riza menyebut Pemprov DKI Jakarta masih menunggu keputusan pemerintah pusat mengenai status dan masa perpanjangan PPKM di Jakarta. Ada sejumlah pertimbangan dari berbagi pihak yang dapat dijadikan tolak ukur dalam penerapan kebijakan tersebut.

"Ya kami masih menunggu ya seperti yang sering kami sampaikan, ketentuan itu kan ada di pusat menurunkan menaikkan (PPKM) tentu pusat mempertimbangkan. Memang diskusi, dialog dengan kami, Pemprov, pemerintah pusat juga mempertimbangkan masukan-masukan dari para ahli dan semua silakan sampaikan masukan-masukan dan kita juga kan harus mempertimbangkan banyak aspek termasuk aspek ekonomi. Tidak bermaksud mengabaikan adanya kasus Omicron, tapi semua harus menjadi perhatian kita bersama," imbuhnya.

Sebelumnya, kenaikan kasus COVID-19 (Corona) di Jawa-Bali disampaikan Luhut dalam jumpa pers seperti disiarkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (24/1). Luhut mengatakan lonjakan kasus Corona di Jawa-Bali bersumber dari kasus Corona di kawasan aglomerasi Jabodetabek.

"Dalam seminggu terakhir ini, kasus harian terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang kami himpun, kasus di Jawa-Bali mendominasi kasus harian yang naik, kenaikan Jawa-Bali kami identifikasi masih bersumber dari peningkatan pada wilayah aglomerasi Jabodetabek," ujar Luhut.

Luhut juga menyampaikan mengenai transmisi lokal kasus COVID-19 yang kini sudah lebih mendominasi. Kasus COVID-19 dari pelaku perjalanan luar negeri sudah menurun.

"Selain itu, kasus yang disebabkan pelaku perjalanan luar negeri sudah berada di bawah 10 persen dari total kasus nasional. Ini dapat disimpulkan bahwa transmisi lokal yang terjadi di Indonesia sudah lebih mendominasi dibanding waktu sebelumnya," ujar Luhut.

(dek/rak)