Keluarga Ungkap Kondisi Lansia Korban Tewas Pengeroyokan di Jaktim

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 16:19 WIB
Ilustrasi pengeroyokan, ilustrasi penganiayaan, audrey
Foto Ilustrasi (Fuad Hashim/detikcom)
Jakarta - Keluarga mengungkap kondisi jasad Wiyanto Halim (89), lansia yang tewas akibat dikeroyok lantaran diteriaki maling di daerah Cakung, Jakarta Timur. Korban menderita luka di sekujur tubuh akibat pengeroyokan massa.

"Kepalanya robek, mukanya penyok gitu, tulang belakang hancur, dadanya mungkin hancur juga, kupingnya bengkak ada pendarahan, ya sampai segitunya. Pokoknya tulang belakangnya hancur, itu diinjak-injak kayanya," kata anak korban, Bryana Halim, saat dihubungi, Senin (24/1/2022).

Peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Sabtu (22/1) malam. Korban saat itu tengah mengemudikan kendaraannya seorang diri.

Menurut Bryana, ayahnya memang masih dalam keadaan sehat meski telah berusia lanjut. Korban hanya mengalami masalah pendengaran.

"Usianya 89 dan papa saya itu orangnya sehat sekali tanpa penyakit. Cuma penyakit tua paling sedikit budek. Papa saya itu bisa nyetir sendiri, bisa betulin genteng sendiri, karena papa saya di umur segitu masih sehat sekali," jelas Bryana.

Meski begitu, Bryana merasa ada kejanggalan saat ayahnya pergi menyetir sendiri di malam hari. Padahal, biasanya ada seorang sopir yang menemani korban bepergian.

"Biasa sama sopir cuma kemarin semuanya serba nggak tahu kenapa dia bisa nyetir sendiri. Sopirnya kebetulan lagi berhalangan. Papa saya kan orang zaman dulu ya jadi kuat dipikirnya cuma nggak jauh. Tapi keluarga nggak habis pikir kenapa papa keluar malam. Makanya ini yang mau diteliti," ujar Bryana.

Lebih lanjut Bryana mengatakan kasus pengeroyokan itu telah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Timur. Bryana membantah tuduhan bahwa korban adalah pelaku pencurian seperti yang ramai dituduhkan warga.

"Semuanya itu setting-an makanya kita minta coba pikir kalau papa saya curi mobil kenapa mobil papa saya dihancurin? Kalau namanya orang curi mobil yang pasti mobilnya diamankan. Tapi ini mobil papa dihancurin sampai hancur banget," katanya.

"Yang pasti itu mobil sendiri ya mobil sendiri. STNK bisa dicek tapi dibilang maling," tambaha Bryana.

Kasus pengeroyokan kepada HM ini telah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Timur. Polisi tengah menyelidiki kasus tersebut.

Polisi masih menyelidiki kasus viral lansia yang ngebut diteriaki maling hingga tewas dikeroyok massa di Pulogadung, Jakarta Timur. Sebanyak 8 saksi telah diperiksa.

"Sudah klarifikasi 8 orang," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Ahsanul Muqaffi, saat dihubungi, Senin (24/1).

Dari 8 orang tersebut, Ahsanul mengatakan salah satu saksi yang telah diperiksa adalah anak korban.

"Termasuk 1 saksi pelapor anak korban," tuturnya.

Ahsanul mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan proses penyelidikan. Dia juga menyebut masih mencari saksi-saksi lain terkait kasus ini.

"Untuk saat ini masih proses penyelidikan, selanjutnya tingkat penyidikan. Masih mencari saksi-saksi lain yang mendukung sebagaimana dimaksud Pasal 184 KUHAP," ujarnya. (ygs/mei)