Pemerintah Ungkap Tren Mobilitas di Jawa-Bali Turun Sepekan Terakhir

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 12:23 WIB
Jakarta -

Mobilitas masyarakat di Jawa-Bali dalam sepekan terakhir mengalami penurunan. Menko Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkap ada dua kemungkinan penyebab turunnya mobilitas masyarakat itu.

"Berdasarkan data yang kami ambil dari Google mobility pada pekan ini mulai terdapat tren penurunan mobilitas di Jawa-Bali. Apakah itu mungkin karena selesai libur atau masyarakat kita mulai disiplin. Ini kami harapkan kita pertahankan terus sampai 3-4 minggu ke depan ini," kata Luhut dalam jumpa pers yang disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (24/1/2022).

Luhut mengatakan penurunan mobilitas di Jawa-Bali ini diprediksi karena masyarakat sudah mulai waspada terhadap varian Omicron. Luhut mengapresiasi warga yang tetap disiplin protokol kesehatan.

"Hal ini diprediksi akibat waspadanya masyarakat terhadap varian ini. Pemerintah dalam hal ini mengapresiasi langkah seluruh masyarakat yang mulai awas terhadap dampak Omicron ini," ujar Luhut.

Luhut juga mengungkapkan kasus Corona terus mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. Kasus Corona di Jawa-Bali mendominasi kenaikan kasus tersebut.

"Dalam seminggu terakhir ini, kasus harian terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang kami himpun, kasus di Jawa-Bali mendominasi kasus harian yang naik, kenaikan Jawa-Bali kami identifikasi masih bersumber dari peningkatan pada wilayah aglomerasi Jabodetabek," ujar Luhut.

Selain itu, Luhut menyampaikan mengenai transmisi lokal kasus COVID-19 yang kini sudah lebih mendominasi. Kasus COVID-19 dari pelaku perjalanan luar negeri sudah menurun.

"Selain itu, kasus yang disebabkan pelaku perjalanan luar negeri sudah berada di bawah 10 persen dari total kasus nasional. Ini dapat disimpulkan bahwa transmisi lokal yang terjadi di Indonesia sudah lebih mendominasi dibanding waktu sebelumnya," ujar Luhut.

(knv/fjp)