Pecinta Binatang Sesalkan Kasus Penganiayaan Anjing hingga Tewas di Ambon

Andi Saputra - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 10:23 WIB
Anak anjing sedang melompat-lompat di atas lapangan rumput.
Ilustrasi (thinkstock/detikcom)
Jakarta -

Ketua Animal Defenders Indonesia (ADI) Doni Herdaru Tona mengecam aksi biadab yang dilakukan warga di Ambon, yaitu menganiaya anjing bernama Foni hingga tewas. Foni itu ditemukan dengan leher tergantung di depan salah satu rumah dengan luka bacok di kepala.

"Tentu tidak ada tempat bagi premanisme di Indonesia. Kepolisian dituntut bisa memberikan rasa nyaman pada masyarakat dari premanisme, termasuk seperti kejadian ini," kata Doni kepada wartawan, Senin (24/1/2022).

Doni Herdaru Tona mengatakan bahwa pada kasus tersebut diduga telah melanggar beberapa pasal.

"Pasal penganiayaan hewan (302 KUHP), perusakan milik orang lain (406 KUHP) dan/atau pencurian (378 KUHP) jika orang tersebut ambil anjing tersebut setelah dianiaya sampai mati," Doni Herdaru Tona.

Dengan demikian, menurutnya, dengan dugaan pelanggaran tindak pidana tersebut, polisi seharusnya bisa bertindak langsung tanpa harus menunggu laporan pemilik.

"Apalagi, jika pemiliknya melapor. Tentu kepolisian harus menindaklanjuti dan segera meningkatkan kasusnya ke penyidikan jika barang bukti dan saksi sudah lengkap semua," kata Doni Herdaru Tona.

Doni pun menyebut Koalisi Perlindungan Hewan Indonesia (KPHI) siap membantu jika sang pemilik membutuhkan advokasi. "KPHI siap bantu jika pemilik membutuhkan advokasi," ujar Doni Herdaru Tona.

Menurutnya, maraknya protes dan keresahan masyarakat terkait penganiayaan hewan belakangan ini, adalah bukti dari tumbuhnya kesadaran masyarakat bahwa tindakan penganiayaan tidak bisa dibiarkan.

Sementara itu, sang pemilik anjing Foni, yaitu Adriana, mengungkap kronologi penganiayaan tersebut. Ia mengatakan pada Rabu, 20 Januari 2022, bersama dengan keluarganya pergi karena ada acara ulang tahun sang keponakan. Namun, sebelum pergi, Adriana sempat memberikan Foni makan, dan meninggalkannya untuk menjaga rumah dengan kondisi dirantai agar Foni tidak berbuat aneh.

Saat pulang, Adriana mendapati rumahnya kosong dengan dinding penuh darah, Foni. Adriana lalu melaporkan ke Polsek. Keesokan harinya, Adriana mendapati Foni dalam kondisi tergantung. Adriana pun mengaku hanya bisa pasrah karena tak mengerti dengan mekanisme hukum.

"Saya hanya pasrah saja, biar nanti Tuhan yang akan membalas. Karena anjing adalah ciptaan Tuhan juga dan dia tidak bersalah apa pun," ujar Adriana.

Simak juga 'Teganya Anjing Diseret Pemotor di Mamasa':

[Gambas:Video 20detik]

(asp/aud)