Migrant CARE Ungkap Temuan Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat

Arief Ikhsanudin - detikNews
Minggu, 23 Jan 2022 21:12 WIB
Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin (Dok. Pemkab Langkat)
Foto: Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin (Dok. Pemkab Langkat)
Jakarta -

Migrant CARE menerima laporan penemuan diduga kerangkeng manusia di Rumah Bupati Langkat Sumatera Utara (Sumut), Terbit Rencana Perangin Angin. Karena itu, mereka akan melaporkan temuan itu ke Komnas HAM besok.

Dari undangan yang diterima detikcom, Migrant CARE akan mendatangi Komnas HAM pada Senin (24/1/2022), pukul 13.00 WIB.

"Berdasarkan laporan yang diterima Migrant CARE, di lahan belakang rumah Bupati tersebut, ditemukan ada kerangkeng manusia yang dipekerjakan di kebun kelapa sawitnya mengalami eksploitasi," ucap Ketua pusat studi migrasi Migrant CARE, Anis Hidayah, dalam keterangannya, Minggu (23/1/2022).

Anis menyebut, tindakan ini merupakan pelanggaran terhadap kemanusiaan. "Kiat merupakan praktik perbudakan modern," katanya.


Diketahui, Bupati Langkat terkena operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Langkat. Beberapa orang diamankan termasuk Bupati Langkat, Terbit Rencana.

KPK mengungkap Terbit Rencana mengatur fee dari paket pengerjaan proyek. Paket proyek itu dibuat sejak 2020. Terbit Rencana bekerja sama dengan saudara dan sejumlah jajaran yang disebut orang kepercayaannya dalam membuat paket proyek.


Selain Terbit Rencana, KPK menetapkan lima tersangka lain. Satu orang sebagai pemberi dan lima lainnya sebagai penerima.

Pemberi:

1. MR (Muara Perangin Angin) selaku swasta

Diduga penerima:

1. TRP (Terbit Rencana Perangin Angin) selaku Bupati Langkat
2. ISK (Iskandar PA) selaku Kepala Desa Balai Kasih atau kakak kandung Terbit Rencana
3. MSA (Marcos Surya Abdi) selaku swasta/kontraktor
4. SC (Shuhanda Citra) selaku swasta/kontraktor
5. IS (Isfi Syahfitra) selaku swasta/kontraktor

Simak Video 'Momen Kedatangan Kakak Kandung Bupati Langkat di KPK':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/imk)