Hitamnya Hitam

Ngeri, Predator Ini Lecehkan 600 Gadis di India

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 23 Jan 2022 17:00 WIB
Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands on her head in a gesture of despair. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the woman is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space.
Ilustrasi (Foto: iStock)
Jakarta -

Seorang pria berusia 38 tahun di India ditangkap karena melakukan pelecehan seksual terhadap siswi di Ghaziabad dan Delhi. Ada 600 gadis yang menjadi korban pelecehan pria predator ini.

Dilansir dari Indianexpress, pria itu bernama Sunil Rastogi. Dia memulai modusnya dengan memikat korbannya dengan baju baru dan cokelat. Ia juga berpura-pura sebagai teman ayah mereka

Polisi mengungkap bahwa Sunil Rastogi telah mencoba melakukan pelecehan seksual terhadap 600 gadis.

Sunil Rastogi ditangkap dari Rudrapur di Uttarakhand tempat dia tinggal bersama keluarganya pada Januari 2017.

Menurut polisi, insiden itu terungkap setelah seorang gadis berusia tujuh tahun diduga diperkosa di dalam gedung yang sedang dibangun di dekat sekolahnya di Delhi timur pada 12 Desember 2016.

"Korban yang diduga diperkosa pada 12 Desember memberikan gambaran tentang pria tersebut, berdasarkan itu kami membuat sketsa kasar dari tersangka. Sketsa itu kemudian diedarkan ke berbagai negara bagian," ujar polisi.

Korban berusia tujuh tahun mengatakan kepada polisi Rastogi berpura-pura menelepon ayahnya sebelum membawanya ke tempat terpencil dan diduga memperkosanya.

Sementara itu, Rastogi juga terlibat di dua kasus terpisah terdaftar di bawah bagian 363 (penculikan) dan 365 (penculikan dan penyekapan), di mana pelaku telah memikat dua gadis dari luar sekolah mereka dan mencoba membawa mereka ke tempat terpencil. Namun, gadis-gadis itu berhasil melarikan diri.

Aksi Rastogi itu terekam CCTV. Ia akhirnya pun ditangkap pada 17 Januari 2017.

(rdp/tor)