Sayonara Jalur Laut, Akses ke Desa di Pulo Aceh Kini Bisa Lewat Darat

Agus Setyadi - detikNews
Minggu, 23 Jan 2022 17:27 WIB
Gubernur Aceh Nova Iriansyah meresmikan jalan Bulu-Lapeng
Gubernur Aceh Nova Iriansyah meresmikan jalan Bulu-Lapeng (Foto: Dok Pemprov Aceh)
Aceh Besar -

Gubernur Aceh Nova Iriansyah meresmikan ruas Jalan Balu-Lapeng yang terletak di Pulo Breuh, Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar. Pembukaan jalan itu memudahkan akses sehingga warga tak perlu lagi menggunakan jalur laut.

Ruas Jalan Balu-Lapeng yang baru diresmikan memiliki panjang 3,8 kilometer dengan lebar empat meter. Jalan yang dibangun Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) dengan anggaran Rp 17,5 miliar itu juga dilengkapi lampu penerangan.

Kepala Desa (keuchik) Lapeng, Muhammad, mengatakan, keberadaan jalan tersebut memudahkan warga untuk bepergian ke desa tetangga. Selama ini, warga di sana disebut terpaksa menggunakan jalur laut sebagai jalur lintasan karena tidak memiliki jalan yang memadai.

"Kita sangat gembira dengan terbukanya jalur lintasan darat yang layak," kata Muhammad dalam keterangannya, Minggu (23/1/2022).

Muhammad menjelaskan, warga di sana rata-rata hanya menamatkan pendidikan sekolah dasar (SD) karena sulitnya akses ke sekolah. Di Desa Lapeng hanya tersedia SD.

"Mereka terpaksa memilih tidak melanjutkan sekolah karena SMP letaknya di desa tetangga. Jadi dulunya tidak ada akses yang memudahkan anak-anak untuk bersekolah SMP," jelas Muhammad.

Dia menyebut, dengan adanya akses jalan tersebut memudahkan anak-anak bersekolah. Dia berharap, pembangunan jalan itu juga dapat membangkitkan ekonomi 56 kepala keluarga di sana.

"Dengan diresmikannya jalan ini pendidikan untuk anak-anak di desa akan lebih berkembang. Ini juga akan sangat bermanfaat dalam membawa orang sakit untuk berobat ke Puskesmas," kata Muhammad.

Gubernur Nova mengatakan, keberadaan jalan Balu-Lapeng akan mempermudah akses transportasi bagi masyarakat di Pulau Breueh Kecamatan Pulo Aceh. Nova berharap jalan itu akan memberikan nilai tambah bagi Pulo Aceh dan menjadi pemicu majunya aktivitas ekonomi di pulau yang termasuk ke dalam kawasan BPKS tersebut.

"Infrastruktur jalan ini merupakan hal mutlak yang mesti ada di Pulo Aceh, yang notabene masuk ke dalam Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang. Saya berharap BPKS sebagai lembaga negara non struktural yang diberikan kewenangan mengelola Kawasan Sabang, agar tidak mengalihkan fokusnya dari Pulo Aceh, karena kawasan ini memiliki banyak potensi unggulan yang bisa dikembangkan ke depan," jelas Nova dalam keterangannya.

Nova mengatakan, Pulo Aceh juga harus maju layaknya Sabang. Dia meminta pihak terkait terus meningkatkan dukungan transportasi agar akses dari dan ke daerah tersebut semakin mudah.

"Kita juga minta BPKS melakukan prioritas pembangunan dan pengembangan Pulo Aceh sebagaimana yang dilakukan di Sabang, dengan memperhatikan potensi-potensi yang dimiliki kecamatan kepulauan ini," jelas Nova.

Kepala BPKS Iskandar Zulkarnain, menyebutkan, pihaknya telah membangun empat ruas jalan di Pulo Breueh dan Pulo Nasi Kecamatan Pulo Aceh. Keempat ruas jalan itu yakni Jalan Balu-Lapeng sepanjang 3,8 Kilometer, Pemeliharaan Jalan Alue Raya sepanjang 300 Meter.

Selain itu, Pembangunan jalan Blangsitungkoh-Lampuyang (lanjutan) sepanjang 400 Meter, serta peningkatan dan pemeliharaan jalan Lamteng-Deudap sepanjang 400 meter.

"Tahun 2022 ini BPKS juga telah mengalokasikan anggaran ke Pulo Aceh sebesar Rp12 miliar lebih yang akan diperuntukkan untuk sejumlah pembangunan, pemeliharaan hingga pengadaan tanah untuk pembangun jalan," ujar Iskandar.

Simak juga 'Momen Ratusan Pengungsi Rohingya Dievakuasi Petugas':

[Gambas:Video 20detik]



(agse/mud)