Hitamnya Hitam

Apichai Ongwisit: Crazy Rich Asal Thailand yang Ternyata Predator

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 23 Jan 2022 14:00 WIB
The dead womans body. Focus on hand
Ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/Artem_Furman)
Jakarta -

Tampilan luar seseorang bisa saja menipu. Orang dari keluarga terpandang yang tampak sopan pun bisa menjadi predator dan pembunuh berantai.

Adalah Apichai Ongwisit yang terlibat dalam pembunuhan tiga wanita di Thailand. Apichai menggunakan peti mati logam tempat dia menyiksa korbannya sampai mati sebelum menyembunyikan mayat mereka di lokasi yang berbeda di propertinya.

Dilansir dari Bangkokpost, hasil interogasi menuntun polisi menemukan lebih dari 300 fragmen tulang manusia di kompleks 20-rai di Distrik Bang Kae, Bangkok.

Apichai ditangkap pada Januari 2020 setelah polisi menemukan mayat Warinthorn 'Kuk-kik' Chaiyachet (22) dari Sakon Nakhon, terbungkus dalam kantong plastik dan dikubur di sekitar properti pria itu di ujung Soi Phetkasem 47.

Saat penyelidikan berlangsung, polisi menemukan banyak tulang di kolam. Kepala Biro Polisi Metropolitan Pol Letjen Pakkapong Pongpetra mengatakan bukti menunjukkan setidaknya ada tiga korban, Warinthorn dan dua wanita lainnya, satu di antaranya diyakini berusia 15-18 tahun, dan yang lainnya adalah orang dewasa.

Selain itu, Apichai diketahui memakai obat-obatan dan memiliki senjata ilegal. Padahal selama ini Apichai dikenal sebagai anak orang kaya yang tampak wajar.

Rentetan Pembunuhan

Pada 16 Januari 2020, tim penyelam menemukan 28 potongan tulang rusuk dan rambut manusia dari kolam yang diyakini milik seorang gadis berusia antara 17 dan 18 tahun.

Pada 23 Januari, 30 potongan tulang manusia ditemukan di kolam, kali ini di peti mati. Temuan awal menunjukkan mereka mungkin tulang wanita.

Temuan ini membawa polisi pada kesimpulan bahwa setidaknya tiga wanita, termasuk Warinthorn, mungkin telah menjadi mangsa.

Para ahli di unit kedokteran forensik Rumah Sakit Siriraj sedang menguji untuk melihat apakah tulang-tulang itu cocok dengan orang-orang yang dinyatakan hilang dalam arsip polisi.

Anak Juragan Pasar

Apichai adalah putra Chaloemchai Ongwisit, yang mengelola pasar Ongwisit yang sekarang sudah tidak beroperasi. Ayahnya juga ditangkap pada 1983 karena membunuh seorang gadis di bawah umur dalam kemarahan setelah dia memecahkan tangki ikannya.

Dia menyembunyikan mayat itu dengan memotong tubuhnya dan menyebarkan bagian-bagiannya di banyak lokasi. Chaloemchai ditembak mati setelah dibebaskan dari penjara.

Kini, Apichai Ongwisit menjalani hukuman penjara seumur hidup atas perbuatan kejinya itu.

(rdp/tor)