Curah Hujan Tinggi-Air Rob Jadi Alasan Banjir di Tegal Alur Sulit Surut

Karin Nur Secha - detikNews
Minggu, 23 Jan 2022 12:23 WIB
Petugas di Tegal Alur bersih-bersih akibat banjir
Petugas di Tegal Alur bersih-bersih akibat banjir, (Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

Banjir menggenangi beberapa RW di wilayah Tegal Alur, Jakarta Barat, beberapa hari belakangan ini. Wali Kota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko menyebut banjir sulit surut karena beberapa faktor, di antaranya curah hujan tinggi dan air rob.

"Ini karena curah hujan tinggi kemudian air rob yang juga air pasang tinggi sehingga menyebabkan keterlambatan aliran sungai atau Kali Semongol ini sehingga kali ini meluap di beberapa titik di kawasan Tegal Alur," kata Yani di Tegal Alur, Jakarta Barat, Minggu (23/1/2022).

Selain itu, curah hujan yang tinggi pada Selasa (18/1) lalu diketahui di atas rata-rata normal. Curah hujan tersebut setinggi 120-170 mm/hari.

"Yang terdampak ini di kawasan tegal alur itu RW 9, RW 3, RW 2, RW 8, RW 11, RW 15, dan RW 1. Semua itu adalah kawasan yang berimpitan dengan Kali Semonggol. Tadi saya katakan bahwa kawasan ini dipengaruhi oleh pasang surut air laut," jelas Yani.

Dia mengatakan kini hanya tersisa satu titik wilayah banjir di Tegal Alur, yaitu RT 15 RW 3. Di wilayah tersebut masih tersisa genangan setinggi 5-10 cm.

"Nah, alhamdulillah sekarang sudah surut, kita lakukan kerja bakti untuk memastikan bahwa lingkungan-lingkungan, jalan-jalan bersih dari sampah, lumpur dan sebagainya dan kita ikuti dengan penyemprotan juga," kata Yani.

Kini hanya tinggal 70 warga yang mengungsi di Rusun Tegal Alur. Pemkot juga memastikan jika seluruh pengungsi akan mendapatkan makanan serta perlengkapan yang layak bagi mereka.

"Pengungsi dari 250 ada sekitar tinggal 70-an orang dan ini terus kita lakukan pemberian makanan siap saji oleh Dinsos termasuk kebutuhan alat mandi, sabun, kemudian bubur bayi. Kemudian kita beri pampers untuk lansia dan kebutuhan anak kita berikan dan kita bagikan. Kita akan kawal terus kita akan berada terus di tengah masyarakat ini," tutupnya.

Banjir yang sempat menggenang di wilayah Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar), berangsur-angsur surut. Beberapa warga yang sempat mengungsi di posko pengungsian mulai kembali ke kediamannya.

Dikonfirmasi dari Lurah Tegal Alur, Suratman Arifianto, terdapat 9 posko pengungsi warga terdampak banjir di Kelurahan Tegal Alur. Posko itu berada di Majelis Ta'lim Nurul Falah, Rumah Warga RT 05 RW 02, RPTRA Kemuning RT 08 RW 02, SDN 11 Pagi, dan Musala Al-Ikhlas RT 02 RW 02

Selain itu, ada di Tanah Kosong RT 03 RW 03, RPTRA Alur Anggrek, Masjid Darul Hikmah RW 011, dan Rusunawa RT 15 RW 03 yang menjadi posko utama.

(ain/eva)