Banjir Tegal Alur Jakbar Berangsur Surut, Warga Mulai Tinggalkan Posko

Wildan Noviansah - detikNews
Sabtu, 22 Jan 2022 21:36 WIB
Banjir di wilayah Tegal Alur, Kalideres, Jakbar berangsur-angsur surut. Beberapa warga yang sempat mengungsi di posko pengungsian mulai kembali ke kediamannya. (Wildan N/detikcom)
Foto: Banjir di wilayah Tegal Alur, Kalideres, Jakbar berangsur-angsur surut. Beberapa warga yang sempat mengungsi di posko pengungsian mulai kembali ke kediamannya. (Wildan N/detikcom)
Jakarta -

Banjir yang sempat menggenang di wilayah Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar) berangsur-angsur surut. Beberapa warga yang sempat mengungsi di posko pengungsian mulai kembali ke kediamannya.

Dikonfirmasi dari Lurah Tegal Alur, Suratman Arifianto, terdapat 9 posko pengungsi warga terdampak banjir di Kelurahan Tegal Alur. Posko itu berada di Majelis Ta'lim Nurul Falah, Rumah Warga RT 05/RW 02, RPTRA Kemuning RT 08/RW 02, SDN 11 Pagi, dan Musala Al-Ikhlas RT 02/RW 02

Selain itu ada juga di Tanah Kosong RT 03/RW 03, RPTRA Alur Anggrek, Masjid Darul Hikmah RW 011, dan Rusunawa RT 15/RW 03 yang menjadi posko utama.

Menurut penuturan ketua RT 15/RW 03, Sukrisman (70), yang juga pengelola posko Rusunawa RT 15/RW 03, saat ini hanya tersisa 50 jiwa yang mengungsi. Sebelumnya sebanyak 22 kepala keluarga (KK) yang mengungsi di sana.

"Sebelumnya ada 22 KK 85 jiwa yang di posko ini. Sekarang sisa kurang lebih ada 50 jiwa di rusun ini," kata Sukrisman saat ditemui di posko, Sabtu (22/1/2022).

Sukrisman menambahkan, pengungsi di sana merupakan gabungan dari beberapa RT di RW 03. "Gabungan RT 05, 08, 03, 01 ke sini. Tapi nggak banyak, paling banyak RT 15," sambungnya.

Banjir yang menggenangi wilayah Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar) berangsur-angsur surut. Kendati demikian, tiga RT lainnya masih menggenang. (Wildan N/detikcom)Banjir yang menggenangi wilayah Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar) berangsur-angsur surut. Kendati demikian, tiga RT lainnya masih menggenang. (Wildan N/detikcom)

Sementara itu, salah seorang warga RT 15 yang juga pengungsi di sana, Nina (46), mengatakan dirinya belum bisa kembali ke rumahnya karena genangan masih tinggi.

"Masih tinggi air nya, jadi kita disini dulu," kata Nina.

Nina meminta, selama air masih menggenang dia dan warga lainnya diperbolehkan untuk mengungsi di sana.

"Tolonglah, kalau rumah saya masih banjir semoga masih diizinkan untuk di sini," ujarnya.

Nina menambahkan, sejauh ini berbagai bantuan silih berdatangan mulai dari keperluan pangan seperti sembako hingga keperluan sandang.

"Banyak yang bantu, mulai dari sembako, susu bayi, sampai popok dan baju," tambahnya.

Banjir Mulai Surut

Diberitakan sebelumnya, banjir yang menggenangi wilayah Tegal Alur berangsur-angsur surut. Kendati demikian, tiga RT lainnya masih menggenang.

Pantauan detikcom di lokasi petang ini, tampak genangan air sudah surut. Tampak warga sudah menjalani aktivitasnya dengan normal.

"Sudah surut semua. Soalnya sudah dilakukan penyedotan di RT 01/RW 03 sama RT 02/RW 13. Jadi kita hadirkan Gulkarmat, Sudin Tata Air, PPSU gerak terus," kata Lurah Tegal Alur, Suratman Arifianto.

Namun beberapa lokasi lain, seperti RT 15 masih tergenang banjir setinggi sekitar 40 cm. Selain itu, di RT 01 juga masih ada genangan air banjir setinggi kurang lebih 5 cm.

Menurut Suratman, genangan air masih ditemukan di wilayah RW 03 yakni di RT 01, RT 03, dan RT 15 . Dia mengatakan, hal ini diperparah dengan naiknya air rob.

(jbr/jbr)