Ibu Buruh Cuci Ini Tinggal di Gubuk Reyot Nyaris Roboh, Kamu Bisa Bantu

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 22 Jan 2022 17:18 WIB
Ibu Untung tinggal gubuk reyot
Ibu Untung / Foto: Dok. berbuatbaik.id
Jakarta -

Untung Slamet (42) bersama dua anaknya di Desa Dukuhturi, Kecamatan Ketanggungan, Brebes, Jawa Tengah, hidup dalam kondisi memprihatinkan.

Bangunan rumah yang mereka tempati terbuat dari bambu yang nyaris roboh. Bahkan, untuk masuk ke rumahnya, orang-orang harus merunduk. Tiang penyangga teras rumah pun tampak miring.

Untung merupakan janda yang ditinggal suaminya pergi entah ke mana sejak 10 tahun lalu. Kini dia tinggal bersama dua anaknya, yakni Nur Oktaviani Sari (18) dan Muhammad Rizki (10).

"Iya. Izinnya mau kerja. Terus sampai sekarang nggak pulang. Perasaannya ya itu, sulit hidup sendiri. Susah nggak ada yang bantuin," ucap Untung kepada tim berbuatbaik.id beberapa waktu lalu.

Rumah berbahan bambu berukuran 5x6 meter ini merupakan warisan orang tuanya, Tasmi dan Sahidi. Semua dinding rumah itu terbuat dari anyaman bambu yang kondisinya sudah lapuk.

Sekeluarga di Desa Dukuhturi Brebes tinggal di gubuk reyot hampir robohSekeluarga di Desa Dukuhturi, Brebes, tinggal di gubuk reyot hampir roboh (Imam Suripto/detikcom)

Lantai rumah itu juga berupa tanah yang di beberapa bagiannya dilapisi plastik, sedangkan bagian teras rumahnya hanya setinggi 1,2 meter.

Sementara itu, kondisi toiletnya tak kalah mengenaskan. Tidak ada dinding ataupun atap sehingga, ketika hujan, keluarganya buang air sambil memegangi payung.

"Harapannya, penginnya sih dibangun. Ya (kalau nanti dibangun) yang biasa saja nggak apa-apa, yang penting nambah kamar," sebutnya penuh harap.

Selain itu, kebutuhan sehari-hari keluarga ini juga ditopang dari anak sulungnya, Nur, yang bekerja sebagai buruh di pabrik garmen. Untung bercerita, semasa orang tuanya hidup, mereka rutin mendapatkan bantuan PKH, bahkan rumah yang dia tinggali sempat terdaftar sebagai penerima rehab dari pemerintah.

Namun, sejak kedua orang tuanya meninggal, semua bantuan itu berhenti, termasuk soal bantuan rehab rumah yang juga dibatalkan.

"Orang tua dulu dapat PKH, tapi setelah meninggal tidak dapat lagi. Malah rehab rumah ini juga batal karena Bapak-Ibu meninggal dunia," terang Untung Slamet.

Keluarga Untung Slamet ini merupakan salah satu keluarga miskin di Desa Dukuhturi, yang masuk dalam kategori desa miskin ekstrem. Kepala Desa Dukuhturi Johan Wahyudi menyebut 5.165 dari 9.651 penduduknya masuk kategori miskin, lalu ada 361 rumah warganya yang tidak layak huni.

#sahabatbaik, mari bersama membantu Ibu Untung dan keluarganya. Bantuan bisa disampaikan lewat berbuatbaik.id dengan klik LINK BERIKUT INI.

Kabar baiknya, donasi yang diberikan seluruhnya akan sampai ke penerima 100 persen tanpa ada potongan.

Kamu yang telah berdonasi akan mendapatkan notifikasi dari tim kami. Selain itu, bisa memantau informasi seputar kampanye sosial yang kamu ikuti, berikut update terkininya.

Jika kamu berminat lebih dalam berkontribusi di kampanye sosial,#sahabatbaik bisa mendaftar menjadi relawan. Kamu pun bisa mengikutsertakan komunitas dalam kampanye ini.

Yuk jadi#sahabatbaik dengan#berbuatbaik mulai hari ini, mulai sekarang!

(imk/imk)