Pilu Rudy Tak Bisa Jalan hingga Sang Kakak Rela Tukar Kaki, Mari Bantu Mereka

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 13:32 WIB
Rudy dan keluarga, pengungsi Semeru
Rudy / Foto: Dok. berbuatbaik.id
Jakarta -

Ada kisah pilu dari keterbatasan Agus Rudy Hartono (25) yang sempat menjadi pengungsi Semeru. Rudy punya keterbatasan berpikir dan tak bisa berjalan sejak umur 14 tahun.

Memang kaki Rudy terlihat tak ada masalah secara fisik. Namun sejak umur 14 tahun kakinya sakit hingga akhirnya tak bisa berjalan.

Akibat tak ada biaya, keluhan ini tak kunjung ditangani. Rudy pun pernah mencoba menggunakan kruk namun kesulitan. Dari pemeriksaan bidan, diindikasikan terkena bakteri atau virus yang menjalar dari panggul hingga lutut dan harus diobservasi lebih lanjut.

Kakaknya, Suliyanto, kadang tak tega dengan penderitaan adiknya itu. Bahkan dia bersedia menukar kakinya dengan kaki adiknya.

"Seandainya kaki Rudy bisa ditukar sama kaki saya, saya tukar mas. Biar adik saya bisa jalan normal. Toh saya masih bisa berpikir lebih, bagaimana caranya bisa jalan. Kalau Rudy kan nggak bisa. Seandainya bisa ditukar. Sayangnya nggak bisa ditukar," ungkap Suliyanto kepada berbuatbaik.id beberapa waktu lalu.

Bukan hanya itu, Rudy juga mengalami keterlambatan berpikir. Dengan berbagai keterbatasan ini, semua kebutuhan Rudy perlu dibantu oleh sang ibu, sementara sang ayah telah tiada.

Untuk menafkahi keseharian, keluarga Rudy hanya bersandar dari hasil sebidang kecil kebun. Sayangnya, kebun ini telah hancur dan binasa, begitu juga rumah mereka akibat Semeru yang mengamuk beberapa waktu lalu.

Kala itu, Rudy pun sempat kesulitan menyelamatkan diri karena tak bisa berjalan apalagi berlari. Rudy harus diseret dengan tubuh telungkup belasan kilometer oleh ibunya. Tak sampai situ, selama diseret, Rudy terguling, terperosok di kubangan tambang hingga nyaris tenggelam saat pegangan ibunya lepas.

"Waktu turun dari rumah saya tarik sekuat tenaga. Karena apa, dia nggak bisa jalan. Jalannya maaf kayak gini waktu itu telungkup. Ditarik biar bisa jalan. Saya juga sempat diinjak-injak sama orang yang juga melarikan diri, kena kepala saya. Saya nggak peduli pokoknya anak saya saya pegang terus jangan sampai lepas. Lalu naik ke tebing. Anak saya saya taruh di kepala, terus saya sundul-sundul dia. Saya suruh dia pegang apalah di atas. Pegang2 ya nak, pegang apa yang bisa dipegang, usaha nak. Siapa tahu kita masih bisa selamat," ucap Ngantri mengenang momen tragis itu.

#sahabatbaik mari bersama membantu Rudy, Suliyanto dan keluarganya. Bantuan bisa disampaikan lewat berbuatbaik.id dengan klik LINK BERIKUT INI.

Kabar baiknya, semua donasi yang diberikan seluruhnya akan sampai ke penerima 100% tanpa ada potongan.

Kamu yang telah berdonasi akan mendapatkan notifikasi dari tim kami. Selain itu, bisa memantau informasi seputar kampanye sosial yang kamu ikuti, berikut update terkininya.

Jika kamu berminat lebih dalam berkontribusi di kampanye sosial, #sahabatbaik bisa mendaftar menjadi relawan. Kamu pun bisa mengikutsertakan komunitas dalam kampanye ini.

Yuk jadi#sahabatbaik dengan #berbuatbaik mulai hari ini, mulai sekarang!

(imk/imk)