Waket MPR Sebut Krisis Global Jadi Pembelajaran untuk Perbaiki Ekonomi

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Sabtu, 22 Jan 2022 16:05 WIB
Lestari Moerdijat
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mengatakan potensi Indonesia di sejumlah sektor harus menjadi modal dalam menatap ekonomi di tahun 2022. Menurutnya, krisis global perlu menjadi ruang pembelajaran demi menuju perbaikan ekonomi tahun ini.

"Ada optimistik dalam menatap perekonomian pada 2022, bila kita mampu melanjutkan kehidupan dengan norma-norma baru yang melahirkan kenormalan baru," kata Lestari dalam keterangannya.

Saat membuka diskusi daring 'Menatap Ekonomi Indonesia 2022' yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (19/1), dia mengatakan sebagai sebuah negara, Indonesia harus dapat mengatasi dampak pandemi. Sehingga mampu bangkit kembali melalui sinergi dan kolaborasi antara semua elemen bangsa.

Lewat sejumlah upaya untuk mendeteksi potensi dalam negeri, serta upaya antisipasi ancaman yang akan terjadi, diharapkan dapat mendorong percepatan perbaikan ekonomi tahun ini RI. Terlebih, Presiden Joko Widodo telah mengajak masyarakat untuk lebih optimis dalam membangun dan mempercepat tercapainya target pertumbuhan ekonomi.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mengungkapkan, saat ini masyarakat tengah dihadapkan pada perkembangan ekonomi digital yang luar biasa. Menurutnya fenomena tersebut tidak boleh dikesampingkan begitu saja, karena bila dimanfaatkan akan membawa dampak positif terhadap ekonomi nasional.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki memperkirakan pada tahun 2022 pemulihan sektor UMKM akan bergerak ke arah yang lebih baik. Mengingat pemerintah telah melakukan sejumlah langkah pemulihan, seperti penyaluran pinjaman modal dengan bunga ringan serta pembukaan sejumlah pasar baru bagi sektor UMKM.

Teten menjelaskan saat ini sudah sekitar Rp 350 triliun atau 79,1% dari target dana yang sudah disalurkan untuk UMKM. Ia berharap lewat bantuan yang ada, pemulihan UMKM tidak hanya sekadar kembali ke posisi sebelum pandemi. Melainkan dapat tumbuh lebih baik lagi agar sektor UMKM nasional mampu bersaing di masa mendatang.

Teten menilai ke depan perempuan, anak muda dan ekonomi hijau akan menjadi penggerak ekonomi bangsa. Sehingga upaya yang harus dilakukan selanjutnya adalah mendorong UMKM bergerak mengelola sektor riil agar cakupannya lebih luas lagi. Dikatakan Teten, untuk mewujudkan UMKM bangkit dan Indonesia maju, Pemerintah butuh dukungan dari semua pihak.

Di sisi lain, Menteri Keuangan RI periode 2013 - 2014, Muhammad Chatib Basri mengungkapkan sejumlah negara memiliki pola pemulihan ekonomi yang berbeda. Kendati demikian, dia menyebut sektor kesehatan serta pelaksanaan vaksinasi menjadi faktor penentunya.

"Jadi saat ini pemulihan ekonomi akan sangat tergantung pada kinerja Menteri Kesehatan dalam mengatasi problem kesehatan," ujarnya.

Di sektor riil, Chatib menyarankan agar rantai pasokan dalam perdagangan harus melakukan diversifikasi daerah tujuan ekspor untuk memperkuat sektor tersebut. Diakuinya, akan sulit memperkirakan besaran angka pertumbuhan ekonomi secara lebih rinci tahun ini. Sebab masih ada sejumlah variabel yang belum pasti, seperti pandemi.

Sementara itu, Founder dan Senior Ekonom CORE Indonesia, Hendri Saparini memperkirakan kondisi perekonomian 2022 akan lebih baik daripada tahun 2021. Menurut dia, secara umum pada tahun 2022 perekonomian Indonesia optimistis.

Namun, Indonesia dinilai masih punya sejumlah pekerjaan rumah. Sehingga optimisme pemulihan ekonomi sangat bergantung pada kemampuan bangsa ini dalam menuntaskan pekerjaan rumah tersebut.

"Perekonomian kita didominasi ekonomi domestik lewat konsumsi rumah tangga dan Pemerintah. Meski begitu, sejumlah perubahan global, seperti perlambatan pertumbuhan ekonomi di Tiongkok misalnya, berpotensi mempengaruhi pertumbuhan domestik," jelasnya.

"Demikian pula, banyaknya kekhawatiran terhadap pandemi lewat kebijakan menekan mobilitas masyarakat. Padahal, pertumbuhan ekonomi sangat tergantung dari terjadinya mobilitas masyarakat," lanjutnya.

Untuk mempertahankan dan mendorong pertumbuhan, Hendri menyarankan agar pertumbuhan ekonomi domestik terus didorong dan dioptimalkan.

Sementara itu, Kepala Ekonom BCA, David Sumual mengungkapkan kondisi perekonomian Indonesia saat ini sudah masuk masa pemulihan lewat peningkatan demand konsumen. Kenaikan permintaan ini bahkan sudah terjadi di luar Jawa, lewat booming-nya sektor komoditas.

(fhs/ega)