Lantik Anggota Baru MPR, Bamsoet Mau Sosialisasi 4 Pilar Lebih Kreatif

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 22 Jan 2022 13:02 WIB
MPR
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo melantik Harvey Malaiholo dari Fraksi PDI perjuangan dan Dian Istiqomah dari Fraksi PAN sebagai Anggota MPR RI, di Komplek MPR RI, Jakarta, Kamis (20/1). Bamsoet berharap kehadiran keduanya dapat membawa angin segar bagi peningkatan kualitas Sosialisasi Empat Pilar MPR RI.

Adapun sebelum menjadi anggota MPR RI, Harvey bersama para penyanyi Indonesia yang tergabung dalam Seniman Nusantara dan MPR meluncurkan video klip lagu 'Pilar Bangsa' sebagai official song Sosialisasi Empat Pilar MPR RI.

"Vaksinasi ideologi dengan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI untuk membangun imunitas jati diri dan karakter kebangsaan agar mampu menangkal berbagai ancaman virus ideologi, tidak boleh hanya dilakukan dengan kegiatan konvensional seperti seminar dan diskusi. Melainkan harus dikembangkan lebih kreatif dan inovatif. Selain melalui kesenian seperti lagu 'Pilar Bangsa', Sosialisasi Empat Pilar MPR RI juga akan digelar melalui Stand Up Comedy, yang kini sedang hits di kalangan generasi muda," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (22/1/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Bamsoet menyampaikan MPR juga akan mendukung kebijakan pemerintah Presiden Joko Widodo terkait pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur. Menurutnya, Undang-Undang Ibu Kota Negara (IKN) yang telah disahkan pada Selasa, (18/1) membuat pemerintah perlu mematangkan master plan IKN Nusantara. Hal ini termasuk perihal kedudukan dan kekhususan, serta bentuk, susunan, kewenangan dan urusan pemerintah IKN.

"MPR RI akan memperkuat proses pembangunan dan pemindahan IKN melalui Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN), guna memastikan pembangunan IKN tidak mangkrak. Sehingga siapapun yang kelak menggantikan Presiden Joko Widodo, akan tetap diikat oleh peraturan hukum yang sangat kuat untuk melanjutkan pembangunan IKN. Belajar dari berbagai pengalaman negara dunia, dibutuhkan setidaknya 10 hingga 20 tahun untuk membangun dan memindahkan Ibu Kota Negara," jelasnya.

Ketua DPR RI ke-20 ini pun menjelaskan, sebagai Rumah Kebangsaan, MPR akan terus membuka pintu bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya. Bamsoet menyebutkan, kedudukan MPR dalam konstruksi sejarah maupun politik hukum ketatanegaraan berperan bagi kemajuan bangsa. Hal ini mengingat MPR merupakan lembaga negara yang berwenang mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar.

"Pimpinan MPR telah bersepakat untuk selalu siap menerima aspirasi masyarakat, baik yang datang secara langsung ke Gedung MPR, maupun pada saat melakukan kunjungan kerja ke daerah. Hal yang sama kami mintakan juga kepada seluruh Anggota MPR untuk senantiasa membuka mata dan telinga dalam mendengarkan segala aspirasi masyarakat, untuk selanjutnya diformulasikan dalam sebuah kebijakan," pungkas Bamsoet.

(fhs/ega)