Bamsoet Dorong Kontribusi Mahasiswa Tingkatkan Angka Kewirausahaan RI

Erika Dyah - detikNews
Sabtu, 22 Jan 2022 15:10 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengajak para pimpinan mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus bertemu Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia.
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengajak para pimpinan mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus bertemu Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia. Bamsoet bersama mantan Anggota DPR RI 2004-2019 Maruarar Sirait berupaya mendorong generasi muda mentransformasikan gerakan mahasiswa agar tidak hanya menjadi kekuatan sosial.

Dalam pertemuan ini, Bamsoet mengatakan harapannya agar generasi muda, khususnya yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus dapat menjadi kekuatan ekonomi. Salah satunya dengan turut terlibat dalam berbagai kewirausahaan dan pengembangan UMKM.

"Cipayung Plus juga bisa memanfaatkan program Reforma Agraria dan Redistribusi Aset yang sedang digalakan Presiden Jokowi. Bahkan Presiden Joko Widodo secara terbuka terus menerus mengajak siapapun untuk menyiapkan proposal yang jelas, yang bisa memanfaatkan hutan dan sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat. Kelompok Cipayung Plus harus bisa memanfaatkan momentum ini," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (22/1/2022).

Bamsoet menjelaskan Presiden Joko Widodo juga telah melakukan terobosan progresif dalam sejarah bangsa dengan mencabut 2.078 izin usaha tambang, 192 sektor kehutanan seluas 3.126.439 hektare, serta hak guna usaha (HGU) perkebunan yang ditelantarkan seluas 34,448 hektare. Ia menilai hal ini menunjukkan banyaknya peluang usaha yang bisa digarap dari berbagai izin usaha yang sudah dicabut lantaran tidak dimanfaatkan dengan baik.

"Mahasiswa sebagai kaum terpelajar yang memiliki kreativitas dan inovasi tanpa batas, harus bisa merumuskan program usaha yang baik dalam pemanfaatan hutan dan sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat," kata Bamsoet.

Ia menambahkan, mahasiswa tak perlu membuat korporasi atau perusahaan yang besar. Sebab, program usaha dari kalangan mahasiswa bisa dimulai dengan membentuk koperasi, UMKM, maupun kelompok usaha bersama.

Lebih lanjut, Bamsoet mengungkap Indonesia masih memiliki tingkat kewirausahaan yang rendah. Menurut Kementerian Koperasi dan UKM, pada tahun 2020 lalu tercatat tingkat kewirausahaan di Indonesia baru mencapai 3,5% dari jumlah penduduk Indonesia.

Diketahui, angka ini lebih rendah dibandingkan negara tetangga, seperti Malaysia yang mampu mencapai 5% dan Singapura 7%, atau negara Asia lainnya, seperti China yang mencapai 10% dan Jepang dengan 11%.

"Dengan terlibat aktif di berbagai kegiatan kewirausahaan, mahasiswa telah turut menyiapkan masa depan yang cerah bagi Indonesia. Sehingga kelak ketika lulus kuliah, mereka semakin matang untuk menghadapi perekonomian global. Sekaligus siap mewujudkan kedaulatan ekonomi bangsa melalui berbagai kegiatan usaha yang semakin maju dan berkembang," pungkasnya.

Sebagai informasi, pertemuan antara Bamsoet, Bahlil, dan Maruarar ini turut dihadiri oleh Kelompok Cipayung Plus yang terdiri dari Ketua Umum GMKI Jefri Gultom, Ketua Umum PB HMI Raihan Ariatama, Ketua Umum PB PMII Abdullah Syukri, Ketua Umum PP PMKRI Benediktus Papa, Ketua Umum PP HIKMAHBUDHI Wiryawan, Ketua Umum PP KAMMI Zaky Ahmad Rifai, Ketua Umum HIMA PERSIS Iqbal Muh Dzilal, Ketua Umum PII Rafani Tuahuns, Ketua Umum LMND Muhammad Asrul, Ketua Umum KMHDI Yoga, dan Sekjen IMM Zaky Nugraha.

(akn/ega)