Pinta Maaf Arteria kepada Masyarakat Sunda

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 19:35 WIB
Jakarta -

Pernyataan anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Arteria Dahlan soal ganti kajati berbahasa Sunda menjadi polemik. Akhirnya, Arteria menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sunda.

Saat rapat kerja bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin, Senin (17/1), Arteria meminta jajaran Kejaksaan Agung bersikap profesional dalam bekerja. Arteria lantas menyinggung seorang kepala kejaksaan tinggi yang menggunakan bahasa Sunda ketika rapat kerja. Dia meminta Jaksa Agung (JA) ST Burhanuddin memecat kajati tersebut.

"Ada kritik sedikit, Pak JA. Ada Kajati yang dalam rapat dan dalam raker itu ngomong pakai bahasa Sunda, ganti, Pak, itu," kata Arteria Dahlan.

Usai pernyataan itu jadi polemik, Arteria Dahlan menyampaikan permintaan maaf jika dianggap menyinggung suku Sunda. Arteria menegaskan tak bermaksud mendiskreditkan bahasa ataupun suku Sunda.

"Jadi sehubungan dengan pernyataan saya dalam Raker Komisi III dengan Kejagung RI, pertama-tama saya ingin sampaikan saya nggak ada niat, nggak ada maksud mendiskreditkan, untuk merendahkan keluarga kami dari suku Sunda, mendiskreditkan bahasa Sunda dan masyarakat Jabar pada umumnya," kata Arteria Dahlan dalam jumpa pers di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/1/2022).

Bagi Arteria, pernyataan itu merupakan kritik kepada pejabat kejaksaan. Namun, jika dianggap salah, dia mohon maaf.

"Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat tokoh adat, tokoh agama, pemuda, semua lah. Karena saya anggap orang Sunda bagian dari kami, apalagi Jakarta berbatasan dengan jabar. Saya mohon maaf," ujarnya.

"Dan kami pastikan nggak ada niat sedikit pun merendahkan, menyakiti hati keluarga kami yang bersuku Sunda," imbuh Arteria.

Dia mengatakan sudah mengklarifikasi pernyataannya kepada DPP PDIP, yaitu ke Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua Dewan Kehormatan PDIP Komarudin Watubun. Dia juga sudah mengklarifikasi pernyataannya ke Ketua Fraksi PDIP Utut Adianto.