Ucapan Arteria soal 'Ganti Kajati Berbahasa Sunda' Kebal Hukum

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 18:07 WIB
Mobil BMW tipe SUV X5 milik Jaksa Pinangki Sirna Malasari disita Kejaksaan Agung (Kejagung).
Anggota Komisi III Arteria Dahlan (Rahel Narda/detikcom)

Kontroversi Arteria Singgung Bahasa Sunda

Sebelumnya, saat rapat kerja bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin, Senin (17/1/2022), Arteria meminta jajaran Kejaksaan Agung bersikap profesional dalam bekerja. Arteria lantas menyinggung seorang kepala kejaksaan tinggi yang menggunakan bahasa Sunda ketika rapat kerja. Dia meminta Jaksa Agung (JA) ST Burhanuddin memecat kajati tersebut.

"Ada kritik sedikit, Pak JA. Ada kajati yang dalam rapat dan dalam raker itu ngomong pakai bahasa Sunda, ganti, Pak, itu," katanya.

Arteria sudah meminta maaf. Permohonan maafnya itu dilakukan seusai klarifikasi dengan DPP PDIP.

"Saya dengan sungguh-sungguh menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat, khususnya masyarakat Sunda, atas pernyataan saya beberapa waktu lalu," ujar Arteria setelah memberikan klarifikasi kepada PDIP, Kamis (20/1).

Pernyataan Arteria itu pun dianggap menyinggung orang suku Sunda. Pernyataannya pun menjadi polemik. Ia bahkan dilaporkan Majelis Adat Sunda ke Polda Jabar.

Sadar akan kesalahannya, Arteria Dahlan pun menyampaikan permintaan maaf. Arteria menegaskan tak bermaksud mendiskreditkan bahasa ataupun suku Sunda.

"Jadi sehubungan dengan pernyataan saya dalam Raker Komisi III dengan Kejagung RI, pertama-tama saya ingin sampaikan saya nggak ada niat, nggak ada maksud mendiskreditkan, untuk merendahkan keluarga kami dari suku Sunda, mendiskreditkan bahasa Sunda dan masyarakat Jabar pada umumnya," kata Arteria dalam jumpa pers di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/1/2022).

Arteria pun siap menerima sanksi. Sementara itu, DPP PDIP sudah menjatuhkan sanksi ke Arteria Dahlan. PDIP memberi sanksi peringatan kepada Arteria.

Surat sanksi peringatan ditandatangani Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP Bidang Kehormatan PDIP Komarudin Watubun.