detikcom Do Your Magic

detikcom Do Your Magic: Belum Ada Banjir Usai Got Kompleks Askrindo Dibersihkan

Marteen Ronaldo Pakpahan - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 16:02 WIB
Got di Kompleks Askrindo yang semula meluap bikin banjir, kini kering. 20 Januari 2022. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)
Got di Kompleks Askrindo, yang semula meluap bikin banjir, kini kering, 20 Januari 2022. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)
Jakarta -

Warga di Kompleks Askrindo, Bintaro, menyatakan belum ada banjir setelah dilakukan pembersihan di got pinggir Jl Deplu Raya, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, ini. Semula, got di sini meluapkan banjir yang dikeluhkan warga.

Pantauan di lokasi, Kamis (20/1/2022), terlihat masih ada sampah di got ini walaupun tidak terlalu banyak seperti pertengahan Desember lalu. Selain itu, genangan air tidak ditemukan setelah sore hari ini sempat diguyur hujan.

"Kalau untuk banjir sejauh ini belum ada ya, karena kan beberapa hari terakhir hujannya nggak terlalu besar dan berlangsung sebentar saja," ujar Anton salah satu warga saat ditemui oleh detikcom.

Kendati begitu, dia belum bisa memastikan bahwa kawasan tersebut sudah bebas dari banjir.

"Kalau itu (banjir) mungkin saja, karena kan sebenarnya permasalahan di sini tuh saluran air disini kalau hujan besar itu dia nggak mengalir lancar ke Kali Pesanggrahan. Jadi biasanya airnya numpuk di got dan bisa berimbas ke rumah warga," terangnya.

Ia pun meminta agar saluran air yang sering terhambat bisa segera dituntaskan secara menyeluruh oleh pihak terkait. Saluran drainase ini perlu dibikin lancar sampai ke Kali Pesanggrahan.

Sementara itu, warga lainnya, Santoso, menerangkan bahwa banjir di kawasan tersebut sudah jarang terjadi.

"Kalau untuk banjir sekarang-sekarang ini sih masih jarang ya, karena kan hujannya nggak satu harian, biasanya kalau satu harian itu pasti bisa keliatan air itu numpuk di saluran air," katanya.

Santo pun berharap ada pelebaran saluran air yang berada di kawasan Kompleks Askrindo.

"Kita selalu berkoordinasi dengan lurah dan camat untuk permasalahan banjir ini, tentunya kita mau agar saluran air ini lebih dilebarkan lagi atau bila perlu dikeruk sampe hilirnya, biar air yang masuk itu bisa mengalir sampe ke kalinya," ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh pemilik warung yang tak jauh dari lokasi, yakni Dwi Arianto. Menurutnya, permukaan tanah yang datar membuat rumah yang berada di bawah sering menjadi imbas dari luapan air.

"Kalau di sini sih memang langganan banjir tuh, karena memang Kompleks Askrindo itu kan posisinya dia turunan, jadi ketika air hujan turun, maka itu air akan mengalir ke bawah," terangnya.

Got di Kompleks Askrindo yang semula meluap bikin banjir, kini kering. 20 Januari 2022. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)Got di Kompleks Askrindo yang semula meluap bikin banjir, kini kering, 20 Januari 2022. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)

Untuk ketinggian air sendiri biasanya bisa mencapai semata kaki orang dewasa. Ia pun menjelaskan bahwa upaya pembersihan sudah sering dilakukan oleh pihak terkait.

"Kalau upaya pembersihan biasanya warga dengan RT dan pihak kecamatan sering melakukan pembersihan setiap minggunya. Tapi tetap aja ada aja sampah di saluran itu, nggak tahu itu sampah dari mana bisa ada terus," katanya.

Dwi pun mengatakan terakhir dilakukan pembersihan terhadap saluran tersebut dua minggu lalu dibersihkan.

"Tetapi setelahnya udah tidak ada lagi sampe sekarang," tutupnya.

(dnu/dnu)