Pemprov DKI Pertahankan Ganjil Genap di Tengah Lonjakan COVID-19

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 14:29 WIB
Peraturan Ganjil Genap Terbaru Jakarta, Kini Hanya Pagi dan Sore
Ganjil genap Jakarta (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta meniadakan ganjil genap (gage) untuk mencegah penyebaran Corona, terutama varian Omicron. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan gage di 13 ruas jalan saat ini diterapkan untuk mengendalikan mobilitas kendaraan.

"Perlu dipahami bahwa penerapan ganjil genap saat ini bukan dalam rangka memindahkan pengguna kendaraan pribadi ke layanan angkutan umum, tetapi lebih pada pengendalian mobilitas. Jangan sampai pada titik-titik tertentu yang kami identifikasi itu potensi terjadi keramaian, ini menjadi titik kerawanan baru, apalagi sekarang ada Omicron, sehingga untuk 13 ruas jalan ini tetap kami pertahankan untuk diterapkan," kata Syafrin di gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (20/1/2022).

"Saat ini yang kita lakukan adalah pada 13 ruas jalan. Kemudian itu polanya 2 periode waktu setiap hari kerja dari Senin sampai Jumat kecuali hari libur nasional dan tentu ini yang terus dilaksanakan," imbuhnya.

Syafrin menuturkan perbedaan penerapan ganjil genap di 25 ruas jalan dengan 13 ruas jalan. Menurutnya, penerapan ganjil genap di 25 ruas jalan yang sebelumnya diterapkan bertujuan agar pengguna kendaraan pribadi beralih ke kendaraan umum.

"Kalau sekarang penerapan di 13 ruas jalan itu untuk pengendalian mobilitas," tuturnya.

Syafrin menyampaikan naik-tidaknya level PPKM tidak akan mengubah aturan ganjil-genap. Dia mengatakan ganjil genap akan tetap dilakukan di 13 ruas jalan.

"Sejak PPKM level 3, ganjil genap tetap di 13 ruas jalan, begitu level 2, level 1, kita pertahankan di 13 ruas jalan," imbuhnya

Seperti diketahui, kasus positif COVID-19 varian Omicron di DKI Jakarta terus meningkat. Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono mendesak supaya ganjil-genap ditiadakan.

"Untuk menghadapi penyebaran COVID-19 tersebut, apalagi Omicron semakin tinggi di Provisi DKI Jakarta, kami meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mulai meniadakan ganjil-genap," kata Mujiyono dalam keterangannya, Selasa (18/1).

"Sehingga diharapkan dapat mengurangi penggunaan transportasi massal," sambung Mujiyono.

Mujiyono juga menyoroti peningkatan keterisian tempat tidur di RS rujukan COVID-19 yang mengalami peningkatan, yakni BOR isolasi mencapai 20 persen dan BOR ICU 5 persen. Dia berharap beralihnya masyarakat ke transportasi pribadi dapat mengurangi transmisi lokal kasus Omicron.

"Pemerintah perlu memperketat kembali protokol kesehatan di fasilitas umum dan tempat keramaian. Pembatasan jumlah penumpang pada angkutan umum massal juga harus segera diterapkan untuk menghindari transmisi lokal," jelasnya.

Di samping itu, politikus Partai Demokrat tersebut mewanti-wanti supaya penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah-sekolah terus diawasi. Pasalnya, sudah ada 39 sekolah di Jakarta yang ditutup usai ditemukan kasus COVID-19.

"Total ada 67 kasus COVID-19 pada guru dan siswa, sehingga perlu dievaluasi secara menyeluruh penerapan protokol kesehatan di sekolah-sekolah," ujarnya.

"Selain itu, perusahaan-perusahaan di Jakarta harus diminta membatasi karyawan yang bekerja di kantor atau work from office (WFO) dan kembali menerapkan work from home (WFH) bagi jenis pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah," sambungnya.

(dek/idn)