DPRD Desak Setop Ganjil-Genap, Cegah Penularan Omicron di Transportasi Umum

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 12:35 WIB
Petugas Dishub DKI Jakarta mengatur arus lalu lintas di depan pintu masuk Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Sabtu (23/10/2021). Dinas Perhubungan DKI Jakarta menerapkan kebijakan pelat nomor polisi ganjil genap pada kendaraan roda empat di tempat wisata edukasi Taman Margasatwa Ragunan yang berlaku mulai 22 Oktober 2021 saat penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level dua di Ibu Kota. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.
Foto ilustrasi ganjil genap. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta -

Kasus positif COVID-19 varian Omicron di DKI Jakarta mencapai 825 orang. Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono mendesak supaya ganjil-genap ditiadakan.

"Untuk menghadapi penyebaran COVID-19 tersebut, apalagi Omicron semakin tinggi di Provisi DKI Jakarta, kami meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mulai meniadakan ganjil-genap," kata Mujiyono dalam keterangannya, Selasa (18/1/2022).

"Sehingga diharapkan dapat mengurangi penggunaan transportasi massal," sambung Mujiyono.

Mujiyono juga menyoroti peningkatan keterisian tempat tidur di RS rujukan COVID-19 yang mengalami peningkatan, di mana BOR isolasi mencapai 20 persen dan BOR ICU 5 persen. Dia berharap beralihnya masyarakat ke transportasi pribadi dapat mengurangi transmisi lokal kasus Omicron.

"Pemerintah perlu memperketat kembali protokol kesehatan di fasilitas umum dan tempat keramaian. Pembatasan jumlah penumpang pada angkutan umum massal juga harus segera diterapkan untuk menghindari transmisi lokal, " jelasnya.

Di samping itu, politikus Partai Demokrat tersebut mewanti-wanti supaya penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah-sekolah terus diawasi. Pasalnya, sudah ada 39 sekolah di Jakarta yang ditutup usai ditemukan kasus COVID-19.

"Total ada 67 kasus COVID-19 pada guru dan siswa. Sehingga, perlu dievaluasi secara menyeluruh penerapan protokol kesehatan di sekolah-sekolah," ujarnya.

"Selain itu, perusahaan-perusahaan di Jakarta pun harus diminta membatasi karyawan yang bekerja di kantor atau work from office (WFO) dan kembali menerapkan work from home (WFH) bagi jenis pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah," sambungnya.

Sebagaimana diketahui, kasus positif COVID-19 varian Omicron di DKI Jakarta kembali bertambah. Saat ini, kasus positif Omicron di DKI Jakarta mencapai 825 orang dengan mayoritas pasien didominasi pelaku perjalanan luar negeri.

"Total kasus Omicron sendiri 825 dari luar negeri 582, yang non-perjalanan luar negeri 243. Jadi total 825 orang," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria kepada wartawan, Senin (17/1).

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.