Demokrat Usul Gage di Jakarta Dihentikan untuk Cegah Omicron, Ini Kata Wagub

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 05:02 WIB
Ahmad Riza Patria
Foto: Ahmad Riza Patria (Anggi/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta untuk meniadakan ganjil-genap guna mencegah penyebaran Corona terutama varian Omicron. Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria mengatakan desakan itu akan dipertimbangkan.

"Ya nanti itu akan jadi pertimbangan. Silakan masyarakat semua boleh memberikan masukkan untuk kita pertimbangan," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Rabu (19/1/2022) malam.

Riza mengakui mobilitas di Jakarta saat ini sudah cukup tinggi. Sebab kegiatan masyarakat sudah hampir normal.

"Memang mobilitas cukup tinggi, karena warga Jakarta hampir kembali normal karena kita vaksinnya sudah lebih dari 120 persen, bekerja, PTM 100 persen," ujarnya.

Lebih lanjut Riza meminta agar masyarakat tetap waspada dan berhati-hati. Dia mengingatkan protokol kesehatan untuk selalu diterapkan secara disiplin.

"Namun demikian kita minta masyarakat tetap waspada hati-hati dan juga laksanakan prokes secara disiplin dan ketat," imbuhnya.

Seperti diketahui, kasus positif COVID-19 varian Omicron di DKI Jakarta terus meningkat. Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono mendesak supaya ganjil-genap ditiadakan.

"Untuk menghadapi penyebaran COVID-19 tersebut, apalagi Omicron semakin tinggi di Provisi DKI Jakarta, kami meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mulai meniadakan ganjil-genap," kata Mujiyono dalam keterangannya, Selasa (18/1).

"Sehingga diharapkan dapat mengurangi penggunaan transportasi massal," sambung Mujiyono.

Mujiyono juga menyoroti peningkatan keterisian tempat tidur di RS rujukan COVID-19 yang mengalami peningkatan, di mana BOR isolasi mencapai 20 persen dan BOR ICU 5 persen. Dia berharap beralihnya masyarakat ke transportasi pribadi dapat mengurangi transmisi lokal kasus Omicron.

"Pemerintah perlu memperketat kembali protokol kesehatan di fasilitas umum dan tempat keramaian. Pembatasan jumlah penumpang pada angkutan umum massal juga harus segera diterapkan untuk menghindari transmisi lokal, " jelasnya.

Di samping itu, politikus Partai Demokrat tersebut mewanti-wanti supaya penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah-sekolah terus diawasi. Pasalnya, sudah ada 39 sekolah di Jakarta yang ditutup usai ditemukan kasus COVID-19.

"Total ada 67 kasus COVID-19 pada guru dan siswa. Sehingga, perlu dievaluasi secara menyeluruh penerapan protokol kesehatan di sekolah-sekolah," ujarnya.

"Selain itu, perusahaan-perusahaan di Jakarta pun harus diminta membatasi karyawan yang bekerja di kantor atau work from office (WFO) dan kembali menerapkan work from home (WFH) bagi jenis pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah," sambungnya.

Lihat juga Video: Covid-19 Naik Imbas Omicron, Dokter Reisa Beri Imbauan Terkait PTM

[Gambas:Video 20detik]



(dek/eva)