KPK Limpahkan Berkas Tersangka Korporasi Kasus Dermaga Sabang ke Pengadilan

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 14:13 WIB
Plt Jubir KPK Ali Fikri
Ali FIkri (Foto: dok. detikcom)
Jakarta -

KPK telah melimpahkan berkas perkara tersangka korporasi PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati ke Pengadilan Tipikor Jakarta. Kedua korporasi itu akan segera diadili di kasus dugaan korupsi pembangunan dermaga bongkar pada kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Sabang 2006-2011.

"Rabu (19/1), jaksa M Asri Irwan telah selesai melimpahkan berkas perkara dengan Terdakwa PT Nindya Karya Persero dan Terdakwa PT Tuah Sejati ke Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (20/1/2022).

Ali mengatakan KPK masih menunggu penetapan majelis hakim sekaligus jadwal sidang pembacaan surat dakwaannya.

"Penetapan penunjukan majelis hakim berikut dengan penetapan hari sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan masih akan ditunggu oleh tim jaksa," katanya.

Kedua korporasi ini didakwa dengan dakwaan primair Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP subsider Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Sebelumnya, KPK menyebut penyidik telah memeriksa 140 saksi atas kasus korupsi pembangunan dermaga bongkar pada kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Sabang 2006-2011. KPK menduga dugaan korupsi ini membuat negara merugi hingga Rp 313,3 miliar.

"Dalam perkara kedua tersangka korporasi ini, dugaan kerugian negaranya sekitar Rp 313,3 miliar. Saat ini tim penyidik telah memeriksa sekitar 140 saksi," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (31/12/2021).

Ali mengatakan KPK juga menyita sejumlah uang dan aset dalam perkara ini. KPK menyita uang dan aset senilai Rp 80 miliar dari tersangka korporasi PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati.

Dalam kasus ini, PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati dijerat KPK sebagai tersangka korporasi terkait kasus korupsi pembangunan dermaga bongkar pada kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Sabang 2006-2011. Kedua korporasi itu diduga diperkaya dalam proyek tersebut dan diduga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 313 miliar.

"Diduga terjadi kerugian keuangan negara sekitar Rp 313 miliar," ucap Wakil Ketua KPK Laode M Syarif kala itu, Jumat (13/3/2018).

"Dugaan penyimpangan secara umum yaitu penunjukan langsung, Nindya Sejati Join Operation sejak awal diarahkan sebagai pemenang pelaksana pembangunan, rekayasa dalam penyusunan HPS, dan penggelembungan harga, serta adanya kesalahan prosedur," imbuh Syarif.

Syarif menyebut laba yang diterima PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati sebesar Rp 94,58 miliar. Rinciannya, PT Nindya Karya sebesar Rp 44,68 miliar dan PT Tuah Sejati sebesar Rp 49,9 miliar.

(azh/lir)