KPK Duga Kasus Korupsi Dermaga Sabang Bikin Negara Rugi Rp 313,3 M

ADVERTISEMENT

KPK Duga Kasus Korupsi Dermaga Sabang Bikin Negara Rugi Rp 313,3 M

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 31 Des 2021 14:19 WIB
Film dokumenter KPK Endgame ditonton oleh pegawai tak lolow TWK.
Gedung KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK menyebut penyidik telah memeriksa 140 saksi atas kasus korupsi pembangunan dermaga bongkar pada kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Sabang 2006-2011. KPK menduga dugaan korupsi ini membuat negara merugi hingga Rp 313,3 miliar.

"Dalam perkara kedua tersangka korporasi ini, dugaan kerugian negaranya sekitar Rp 313,3 miliar. Saat ini tim penyidik telah memeriksa sekitar 140 saksi," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (31/12/2021).

Ali mengatakan KPK juga melakukan penyitaan sejumlah uang dan aset dalam perkara ini. KPK menyita uang dan aset senilai Rp 80 miliar dari tersangka korporasi PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati.

"Di samping itu juga telah menyita uang dan beberapa aset dengan nilai sekitar Rp 80 miliar lebih dari dua tersangka korporasi dimaksud," tuturnya.

"Penyitaan uang tersebut dilakukan karena diduga terkait dengan perkara dan tentu nantinya dalam rangka memaksimalkan asset recovery hasil tindak pidana korupsi," imbuh Ali.

Dalam kasus ini, PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati dijerat KPK sebagai tersangka korporasi terkait kasus korupsi pembangunan dermaga bongkar pada kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Sabang 2006-2011. Kedua korporasi itu diduga diperkaya dalam proyek tersebut dan diduga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 313 miliar.

"Diduga terjadi kerugian keuangan negara sekitar Rp 313 miliar," ucap Wakil Ketua KPK Laode M Syarif kala itu, Jumat (13/3/2018).

"Dugaan penyimpangan secara umum, yaitu penunjukan langsung, Nindya Sejati Join Operation sejak awal diarahkan sebagai pemenang pelaksana pembangunan, rekayasa dalam penyusunan HPS dan penggelembungan harga, serta adanya kesalahan prosedur," imbuh Syarif.

Syarif menyebut laba yang diterima PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati sebesar Rp 94,58 miliar. Rinciannya, PT Nindya Karya sebesar Rp 44,68 miliar dan PT Tuah Sejati sebesar Rp 49,9 miliar.

(drg/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT