Tersangka Korporasi PT Nindya Karya Segera Disidang di Kasus Dermaga Sabang

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 30 Des 2021 17:47 WIB
Gedung baru KPK
Gedung KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Tim penyidik KPK menyerahkan tersangka korporasi PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati beserta barang buktinya ke jaksa penuntut umum terkait kasus korupsi pembangunan dermaga bongkar pada kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Sabang 2006-2011. PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati akan segera disidang.

"Hari ini (30/12) telah dilaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) dengan tersangka korporasi yaitu PT NK (Nindya Karya) persero yang diwakili oleh Plt Direktur Utama PT NK Persero dan PT TS (Tuah Sejati) yang diwakili oleh Direktur Utama PT TS, dari tim penyidik ke tim jaksa karena berkas perkaranya telah dinyatakan lengkap," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (30/12/2021).

Ali mengatakan jaksa memiliki waktu untuk menyusun dakwaan selama 14 hari. Para tersangka korporasi itu akan disidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

"Selanjutnya, tim jaksa dalam waktu 14 hari kerja, akan melimpahkan berkas perkara dan surat dakwaan ke Pengadilan Tipikor. Persidangan diagendakan di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat," kata Ali.

Dalam kasus ini, PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati dijerat KPK sebagai tersangka korporasi terkait kasus korupsi pembangunan dermaga bongkar pada kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Sabang 2006-2011. Kedua korporasi itu diduga diperkaya dalam proyek tersebut dan diduga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 313 miliar.

"Diduga terjadi kerugian keuangan negara sekitar Rp 313 miliar," ucap Wakil Ketua KPK Laode M Syarif kala itu, Jumat (13/3/2018).

"Dugaan penyimpangan secara umum, yaitu penunjukan langsung, Nindya Sejati Join Operation sejak awal diarahkan sebagai pemenang pelaksana pembangunan, rekayasa dalam penyusunan HPS dan penggelembungan harga, serta adanya kesalahan prosedur," imbuh Syarif.

Syarif menyebut laba yang diterima PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati sebesar Rp 94,58 miliar. Rinciannya, PT Nindya Karya sebesar Rp 44,68 miliar dan PT Tuah Sejati sebesar Rp 49,9 miliar. (whn/knv)