detik's Advocate

Saya Salah Transfer Rekening Bank Rp 20 Juta, Bagaimana Menariknya Lagi?

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 09:35 WIB
Advokat Handika Febrian, S.H
Handika Febrian ( Dok.Pri)

Untuk menjawab masalah di atas, tim detik's Advocate meminta pendapat hukum dari advokat Handika Febrian, S.H. Berikut jawaban lengkapnya:

Salam Sejahtera,
Pertama-tama kami turut prihatin atas kejadian yang dialami. Semoga jawaban dari kami dapat memberikan solusi atas permasalahan yang sedang terjadi.

Secara prinsip, uang yang telah keliru dikirimkan tersebut adalah milik Saudara dan tidak ada hak bagi pihak lain untuk menguasai atau memindahkan secara sepihak tanpa persetujuan, walaupun tidak dalam penguasaan Saudara.

Hal ini berkaitan dengan hak keperdataan, perlindungan konsumen selaku nasabah bank dan bagian tanggung jawab bank selaku penyelenggara perbankan untuk melindungi aset dari nasabahnya dari pihak yang tidak berhak.

Melihat dari kasus yang menimpa Saudara, dalam hal ini perlu kami jelaskan pihak yang ada di dalamnya yaitu Anda sendiri selaku nasabah bank yang keliru mengirimkan sejumlah uang kepada nasabah bank lain yang berbeda, kemudian bank Anda disebut dengan penyelenggara pengirim, dan bank nasabah lain yang Anda salah mengirimkan dana disebut dengan penyelenggara penerima akhir. Sedangkan Anda adalah pengirim dan pihak lain adalah penerima.

Kesalahan transfer dana ini dalam diatur dalam Pasal 56 Undang-Undang Nomor 03 Tahun 2011 tentang Transfer Dana, di mana disebutkan:

1. Dalam hal Penyelenggara Pengirim melakukan kekeliruan dalam pelaksanaan Transfer Dana, Penyelenggara Pengirim harus segera memperbaiki kekeliruan tersebut dengan melakukan pembatalan atau perubahan.
2. Penyelenggara Pengirim yang terlambat melakukan perbaikan atas kekeliruan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib membayar jasa, bunga, atau kompensasi kepada Penerima.

Jika transfer telah terjadi dan diterima oleh pihak penerima dan sampai kepada rekening pihak lain, maka pengaturannya ada dalam Pasal 57 berikut:

1. Dalam hal Penyelenggara Penerima Akhir melakukan kekeliruan Pengaksepan Perintah Transfer Dana sehingga Pengaksepan dilakukan untuk kepentingan penerima yang tidak berhak, Penyelenggara Penerima Akhir wajib melakukan koreksi atas kekeliruan Pengaksepan dan melakukan tindakan Pengaksepan untuk kepentingan Penerima yang berhak.
2. Penyelenggara Penerima Akhir yang terlambat melakukan perbaikan atas kekeliruan Pengaksepan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib membayar jasa, bunga, atau kompensasi kepada Penerima.

Di mana kemudian ditegaskan dalam Pasal 11 ayat (1) huruf b Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/ 23 /Pbi/2012 Tentang Transfer Dana Kekeliruan dalam pelaksanaan Transfer Dana antara lain dapat berupa:

"kekeliruan melakukan pengaksepan sehingga dana tidak diterima oleh Penerima yang berhak."

Adapun berdasarkan peraturan di atas, proses penyelesaiannya menurut hemat kami pihak dari bank penerima tidak perlu mengadakan mediasi, tetapi seharusnya melakukan klarifikasi data terkait proses terjadinya transfer dana yang salah tersebut dan apabila telah sesuai secepatnya pihak bank Penerima mengembalikan dana Saudara, jika ada keterlambatan hal tersebut bahkan dapat dikenakan jasa, bunga atau kompensasi.

Di mana hal tersebut diatur dalam ayat (3) Peraturan Bank Indonesia dimaksud.

Perbaikan atas kekeliruan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan dengan melaksanakan Transfer Dana sesuai dengan isi Perintah Transfer Dana, antara lain dengan cara:

1. melakukan pembatalan atau perubahan Perintah Transfer Dana; dan/atau
2. menerbitkan Perintah Transfer Dana baru kepada Penerima yang berhak, tanpa menunggu pengembalian Dana dari Penerima yang tidak berhak.

Selanjutnya terkait adanya pemotongan langsung autodebit dari pihak bank kepada rekening Penerima untuk pembayaran tunggakan kartu kredit hal tersebut tidak dapat dibenarkan secara hukum.

Tanggung jawab keperdataan adanya utang piutang kredit antara pihak bank dengan nasabah tidak serta merta dapat dipindahkan kepada pihak lain tanpa persetujuan, walaupun ada mekanisme autodebit. Jika pihak bank mengetahui dana tersebut bukan milik si berutang, maka hal tersebut wajib untuk dikembalikan.

Selanjutnya, langkah yang dapat saudara lakukan adalah mengumpulkan bukti-bukti serta kronologis untuk disampaikan melakukan Somasi atau peringatan kepada pihak bank Penerima dan Penerima sebelum melakukan langkah hukum lainnya, seperti pelaporan dugaan tindak pidana ke kantor polisi setempat atau laporan pengawasan lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memiliki fungsi pengawasan, kewenangan pengenaan sanksi dan perlindungan konsumen terkait perkara dengan Bank.

Menerima dana dari kekeliruan transfer dalam kasus tersebut juga dapat dikenakan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 85 UU Nomor 3 Tahun 2011:

Setiap orang yang dengan sengaja menguasai dan mengakui sebagai miliknya Dana hasil transfer yang diketahui atau patut diketahui bukan haknya dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Demikian jawaban yang dapat kami sampaikan, semoga berguna.

Terima kasih.

Handika Febrian, S.H.
Jawaban disampaikan oleh Advokat Alumni Fakultas Hukum Unsoed dalam rangka pelaksanaan program kerja dari Departemen Advokasi dan Bantuan Hukum, Keluarga Alumni Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (KAFH Unsoed)