detik's Advocate

Saya Sering Dikirimi WhatsApp Konten Porno, Lapor ke Siapa?

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 07 Jan 2022 09:08 WIB
Ilustrasi WhatsApp
Ilustrasi (Foto: dok. Rawpixel)
Jakarta -

Dunia digital membawa perubahan hidup, termasuk pola baru kejahatan. Salah satunya orang dengan mudah mengirim konten porno ke ponsel orang lain dengan bebas. Lalu bagaimana bila si pemilik HP keberatan?

Salah satunya diceritakan pembaca detik's Advocate yang dikirim ke email: redaksi@detik.com dan di-cc ke andi.saputra@detik.com Berikut kisah lengkapnya:

Halo detik's Advocate
Saya Ria di Jakarta

Sudah sebulan ini saya sering mendapatkan WhatsApp dari nomor asing. Bahkan sehari bisa sampai 10 kali di waktu-waktu yang tidak wajar. Di antaranya berisi konten porno, baik tulisan atau gambar bergerak. Lama-lama hal ini membuat saya tidak nyaman.

Saya berencana mau ganti nomor Handphone, tapi tidak mungkin karena nomor Hp saya sudah tersebar di berbagai sistem keuangan dan kolega bisnis.

Atas apa yang saya alami, saya harus lapor siapa? Apakah bisa kasus ini saya perkarakan? Baik secara pidana atau perdata?

Terima kasih

Wasalam

Ria

Jawaban:

Terima kasih atas pertanyannya. Kami turut prihatin atas apa yang saudari alami, semoga segera cepat selesai. Berikut penjelasan kami:

UU ITE

Apa yang saudari alami bisa didekati dengan UU Informasi dan Transaksi Elektonik (ITE). Pasal 1 angka 2 UU ITE menyebutkan

"Transaksi Elektronik adalah perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakan Komputer, jaringan Komputer, dan/atau media elektronik lainnya".

Atas WhatsApp yang mengganggu saudari, bisa dikenakan Pasal 45 UU ITE yang berbunyi:

(1) Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

(2) Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

(3) Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

(4) Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Ke Mana Harus Melapor?

Kasus saudari bisa dilaporkan ke Polres terdekat. Delik ini adalah delik aduan sehingga saudari harus mengadukan ke aparat kepolisian apabila apa yang anda alami ingin diusut. Dalam laporan tersebut, sebaiknya sertakan bukti WhatsApp yang tidak wajar tersebut.

Dalam delik aduan, korban tindak pidana dapat mencabut laporan apabila telah terjadi suatu perdamaian di antara korban dan terdakwa. Hal ini diterangkan dalam Pasal 75 KUHP yang menyebutkan bahwa orang yang mengajukan pengaduan berhak menarik kembali pengaduannya dalam waktu tiga bulan setelah pengaduannya diajukan.

Lihat juga video 'Mahfud Sebut Pinjol Sebar Foto Porno saat Tagih Utang Akan Dijerat UU ITE':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikutnya.