Jumlah Pasien Rawat Inap di 3 RSDC DKI Turun 483 Orang

Mulia Budi - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 17:16 WIB
Suasana Rumah Sakit Darurat COVID Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (13/1). Kasus Omicron di Indonesia kini terus bertambah dengan total 506. RSDC Wisma Atlet menambah ruang isolasi pasien untuk menghadapi gelombang Omicron.
Rumah Sakit Darurat COVID Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Kabar baik datang dari tiga rumah sakit darurat COVID-19 (RSDC) di DKI Jakarta. Tercatat ada penurunan jumlah pasien rawat inap sebanyak 483 orang.

Pertama, penurunan terjadi di RSDC Rusun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara (Jakut). Jumlah pasien yang semula 2.400 hari ini berkurang 312 menjadi 2.088 orang.

"RSDC Rusun Nagrak (Tower 1, 2, 3, 5, & 6) jumlah pasien rawat inap 2.088 orang. Semula 2.400 orang berkurang 312 orang," ujar Kepala Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/1/2022).

Aris menjelaskan pasien di RSDC Nagrak saat ini terdiri atas 616 pria dan 1.472 wanita.

Kedua, penurunan jumlah pasien terjadi di RSDC Rusun Pasar Rumput. Jumlah pasien yang semula 3.085 hari ini berkurang 132 menjadi 2.953 orang.

"Jumlah pasien rawat inap (hari ini) 2.953 orang (terdiri dari) 1.418 pria, 1.535 wanita," tulis Aris.

Ketiga, hal yang sama terjadi di RSDC Wisma Atlet Pademangan. Jumlah pasien yang semula 2.886 hari ini berkurang 39 menjadi 2.847 orang.

"Terdiri atas 1.447 pasien pria dan 1.400 pasien wanita," ucap Aris.

Pasien RSDC Wisma Atlet Kemayoran-Pulau Galang Tambah

Sementara itu, RSDC Wisma Atlet Kemayoran dan RSKI Pulau Galang masih mencatat kenaikan jumlah pasien rawat inap. Namun jumlah tersebut tidak signifikan.

Jumlah pasien yang dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran bertambah 4 orang kini menjadi 2.615 orang. Mereka terdiri atas 1.190 pasien pria dan 1.425 pasien wanita.

Selanjutnya, jumlah pasien rawat inap di RSKI Pulau Galang bertambah 1 orang. Kini jumlahnya menjadi 101 orang yang terdiri atas 49 pasien pria dan 52 pasien wanita.

Selain itu, Aris menyebut 5.884 orang tengah dikarantina atau menjalani perawatan di sejumlah hotel dan penginapan di wilayah DKI Jakarta.

"Hotel dan penginapan di wilayah Jakarta 5.884 orang," tulisnya.

(aud/aud)