COVID Meningkat, Walkot Tangerang Pertimbangkan Kurangi Kapasitas PTM

Nahda Rizki Utami - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 17:03 WIB
Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah (Nahda Rizki Utami/detikcom)
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah (Nahda Rizki Utami/detikcom)
Tangerang -

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mempertimbangkan mengurangi kapasitas PTM 100 persen di Kota Tangerang, Banten. Sebab, kasus COVID-19 saat ini terus meningkat.

"Lagi kita pertimbangkan. Ini kita lagi rapat karena memang kasusnya lagi naik," kata Arief di Kantor Kecamatan Benda, Rabu (19/1/2022).

"Kemarin sempat 37, terus turun ke 24, 25, laporan semalam itu naik ke 44 terus secara nasional memang naik. Banten aja kemarin 203, makannya kita lagi evaluasi," sambungnya.

Arief mengatakan saat ini pihaknya sedang membahas terkait tindak lanjut dari pelaksanaan PTM 100 persen.

"Ya kita mau kurangin (pelaksanaan PTM 100 persen). Kemungkinan ini lagi dibahas sama teman-teman Dinas Pendidikan dan juga Dinas Kesehatan karena memang hasil survei sekolah setelah dua minggu hasilnya sih negatif, aman, cuma karena kasus meningkat kita mempertimbangkan keamanan juga," jelas Arief.

Tidak hanya pelaksanaan PTM 100 persen yang dipertimbangkan, Arief juga mengatakan akan menutup kembali ruang-ruang terbuka, seperti taman dan alun-alun. Saat ini, pihaknya masih melakukan evaluasi.

"Kemungkinan ruang-ruang terbuka kita akan kita batasi, kaya taman, alun-alun sementara akan kita tutup kembali. Ini lagi dievaluasi sama teman-teman tim lain," ucap Arief.

"Mungkin nanti kita akan umumkan hasil kajiannya lusa karena kita melihat terus perkembangan dari hari ke harinya," imbuhnya.

4 Warga Kota Tangerang Positif Omicron

Sebelumnya, Arief R Wismansyah menyebutkan empat warganya terpapar COVID-19 varian Omicron. Arief mengatakan saat ini pihaknya sudah melakukan tracing kepada keluarga yang kontak erat dengan empat warga yang terpapar Omicron.

"Sudah, ada empat (yang terpapar Omicron). Informasinya ada empat masuk di Kota Tangerang dan kita sudah lakukan tracing itu kurang-lebih informasinya empat, tiga hari yang lalu," kata Arief.

Arief mengatakan sebelumnya dua warganya terindikasi varian Omicron. Setelah dilakukan tracing, terdapat penambahan dua warga lagi yang terpapar Omicron.

Arief mengaku tidak mengetahui apakah keempat warganya yang terpapar Omicron setelah perjalanan dari luar negeri atau tertular melalui transmisi lokal.

(isa/isa)