Sidang Terorisme Munarman

Saksi Dicecar Munarman: Jangan Khawatir, Saya Pilih Abang daripada Tagut

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 15:50 WIB
Jakarta -

Saksi yang merupakan terpidana terorisme sempat berdebat ringan dengan Munarman di sidang. Saksi pun meminta Munarman tidak khawatir atas kesaksiannya karena dia mengaku berada di pihak Munarman.

Awalnya, Munarman bertanya kepada saksi apakah Munarman pernah datang di acara kajian yang diselenggarakan saksi. Saksi pun mengaku tidak tahu.

"Saya nggak tahu. Setiap kita mengadakan kajian Faksi itu, jemaah full, dan saya nggak perhatikan satu per satu orang. Saya nggak tahu kalau Munarman datang, saya nggak tahu," kata saksi dalam persidangan dengan terdakwa Munarman di PN Jaktim, Rabu (19/1/2022).

Tidak puas atas jawaban saksi, Munarman tetap mencecar saksi. Alhasil, saksi pun menyatakan dukungannya ke Munarman.

"Ini masalahnya kajian sebelumnya atau yang baiat? Yang ada keterkaitan aja, Pak, biar saya nggak bingung. Sekali lagi saya tegaskan, kalau saya disuruh memilih, saya lebih memilih Abang (Munarman) daripada tagut ini, polisi itu tagut, mereka yang tangkap saya. Jadi Abang jangan khawatir. Saya memberatkan Abang. Kalau bisa, saya meringankan Abang seringan-ringannya," ujar saksi.

"Tapi BAP itu banyak, bukan BAP saya. Kalau untuk saya, tolong pertanyaannya ke poinnya aja, jangan ke sana sini, muter-muter, karena harus ingat perkara yang 8 tahun lalu," lanjutnya.

Setelah saksi menyampaikan itu, Munarman pun kembali bertanya. Namun lagi-lagi saksi merasa tidak paham dengan pertanyaan Munarman hingga akhirnya Munarman bertanya hal lain.

"Perlu saya tanyakan, karena saya ini dituduh, rangkaian kegiatan saya banyak, ada saksi pelapor saya itu densus, polisi, bahwa saya dituduh berbagai macam rangkaian kegiatan," ucap Munarman.

"Ya tapi saya yang jadi saksi buat Abang kan bukan perkara lain. Kalau Abang tanya perkara lain, saya pusing. Abang tanyanya yang saya jadi saksi Abang aja," timpal saksi.

Dalam perkara ini, Munarman didakwa menggerakkan orang lain untuk melakukan teror. Munarman juga disebut jaksa telah berbaiat kepada pimpinan ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi.

Jaksa mengatakan perbuatan Munarman itu dilakukan di sejumlah tempat. Adapun tempatnya adalah Sekretariat FPI (Front Pembela Islam) Kota Makassar-Markas Daerah LPI (Laskar Pembela Islam), Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Sudiang Makassar, dan di aula Pusbinsa kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Perbuatan Munarman itu dilakukan dalam kurun 2015.

(zap/mae)