Saksi Beri Saran ke Munarman: Abang Istikamah Aja Jika Berdaulah ke Khilafah

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 15:42 WIB
Jakarta -

Dalam sidang Munarman di kasus terorisme, saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum memberi saran kepada Munarman. Apa sarannya?

Diketahui, saksi yang dihadirkan di sidang Munarman berinisial K ini adalah narapidana terorisme. Saksi ini juga berbaiat ke ISIS pimpinan Abu Bakr al-Baghdadi.

Pada akhir persidangan, saksi K ini menyarankan agar Munarman meninggalkan pekerjaan pengacara. Selain itu, dia menyarankan agar Munarman istikamah ke ke ISIS.

"Saya cuma ingin mengingatkan kepada diri saya, kepada diri saya dan ke Abang (Munarman), dan juga kepada semua yang hadir. Bahwasanya kita sebagai seorang muslim, kita diperintahkan untuk menegakkan hukum Allah, dan apalagi kalau misalnya Abang Munarman khususnya, kepada semuanya, ya lebih baik istikamah aja, Bang, kalau emang kita berdaulah khilafah, ini hukum yang jelas," ujar saksi di PN Jaktim, Jalan Dr Sumarno, Jaktim, Rabu (19/1/2022).

Saksi juga meminta pengacara dan hakim meninggalkan pekerjaannya. Menurutnya, hukum di Indonesia tidak adil.

"Tinggalkan pekerjaan pengacara, hakim, segala macam. Ini nasihat, tidak ada kaitan dengan sidang. Ini sebagai bentuk dakwah saya karena hukum Indonesia bukan hukum Islam. Jadi jangan mentang-mentang kemudian ada yang paham tentang hukum, dimana giliran kita yang tidak paham tentang hukum itu dihukum. Tidak bisa berkilah yang orang yang biasa, penguasa melanggar hukum tidak ada yang dihukum. Nggak pernah adil, maka jangan sekali-sekali kembali kepada hukum selain daripada hukum Allah," tuturnya.

"Itu aja nasihat saya untuk pak hakim, untuk pengacara, semuanya. Terkhusus untuk Bang Munarman," lanjutnya.

Setelah saksi K menyampaikan sarannya itu, Munarman kembali menegaskan dia tidak melakukan baiat. Dia mengaku tidak berbaiat ke ISIS.

"Ada yang saya tidak benarkan (keterangan saksi), yaitu soal baiat. Saya tidak berbaiat," tegas Munarman.

Dalam perkara ini, Munarman didakwa menggerakkan orang lain untuk melakukan teror. Munarman juga disebut jaksa telah berbaiat kepada pimpinan ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi.

Jaksa mengatakan perbuatan Munarman itu dilakukan di sejumlah tempat. Adapun tempatnya adalah Sekretariat FPI (Front Pembela Islam) Kota Makassar-Markas Daerah LPI (Laskar Pembela Islam), Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Sudiang Makassar, dan di aula Pusbinsa kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Perbuatan Munarman itu dilakukan dalam kurun 2015.

(zap/yld)