Ricuh, Pengungsi Afghanistan Dorong-dorongan dengan Polisi di IRTI

Wildan Noviansah - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 12:54 WIB
Sejumlah pengungsi Afghanistan yang hendak long march ke kantor Amnesty Internasional Indonesia terlibat kericuhan dengan polisi (Wildan Noviansah/detikcom)
Sejumlah pengungsi Afghanistan yang hendak long march ke kantor Amnesty International Indonesia terlibat kericuhan dengan polisi. (Wildan Noviansah/detikcom)
Jakarta -

Sejumlah pengungsi Afghanistan yang hendak long march ke kantor Amnesty International Indonesia terlibat kericuhan dengan polisi. Pengungsi Afghanistan sempat terlibat dorong-dorongan dengan polisi.

Pantauan detikcom, Rabu (19/1/2022), kericuhan bermula saat ada sejumlah pengungsi Afghanistan bergerak menuju sebelah kiri Halte IRTI. Di lokasi tersebut, ada koordinator aksi dan juga pihak Amnesty International yang sedang berdiskusi.

Kericuhan terjadi pada pukul 12.16 WIB. Polisi yang mengenakan baju alat pelindung diri (APD) menghalau pergerakan massa pengungsi Afghanistan.

Polisi membuat barikade di pintu masuk IRTI. Sempat ada massa pengungsi Afghanistan yang hendak menerobos barikade hingga berlarian di Jalan Medan Merdeka Selatan.

Sejumlah pengungsi Afghanistan yang hendak long march ke kantor Amnesty Internasional Indonesia terlibat kericuhan dengan polisi (Wildan Noviansah/detikcom)Sejumlah pengungsi Afghanistan yang hendak long march ke kantor Amnesty International Indonesia terlibat kericuhan dengan polisi. (Wildan Noviansah/detikcom)

Seorang pengungsi Afghanistan sempat yang sempat ingin menerobos barikade sempat ditarik di trotoar.

"Kalau kalian mau bunuh kami bunuh saja. Di mana masa depan kami?" kata pengungsi Afghanistan yang ditindak tersebut.

Per pukul 12.25 WIB, situasi mulai kondusif. Polisi berdiskusi dengan massa pengungsi Afghanistan yang sempat ingin menerobos barikade.

Lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Selatan dibuka di kedua jalur. Saat ini kondisi lalu lintas terpantau lancar.

Saat ini massa tetap memaksa untuk bergerak ke kantor Amnesty International Indonesia di Gondangdia, Menteng, Jakpus.

Sejumlah pengungsi Afghanistan yang hendak long march ke kantor Amnesty Internasional Indonesia terlibat kericuhan dengan polisi (Wildan Noviansah/detikcom)Sejumlah pengungsi Afghanistan yang hendak long march ke kantor Amnesty International Indonesia terlibat kericuhan dengan polisi. (Wildan Noviansah/detikcom)

Salah satu koordinator aksi, Mohammad Yasin Alemi, mengatakan aksi ini dilakukan untuk memperjuangkan keadilan dan hak asasi manusia bagi para pengungsi Afghanistan di Indonesia.

"Berjuang untuk keadilan, dan hak asasi manusia. Kami telah lelah dan frustrasi sehingga kami menyuarakannya. Kami pengungsi untuk keluar dari situasi kami saat ini," ujar Yasin di lokasi.

"Selama hampir satu dekade, hak asasi manusia para pengungsi dilanggar, dan para pengungsi tidak memiliki hak atas pendidikan, pekerjaan atau kebebasan," imbuhnya.

(jbr/tor)