Syarat Sekolah di DKI Bisa Tetap Lanjut PTM Meski Ada Kasus COVID-19

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 20:54 WIB
PTM 100 persen di sekolah DKI Jakarta mulai dilaksanakan hari ini, Senin (3/1/2021). Bagaimana fakta terbarunya hari ini?
PTM 100 persen di sekolah DKI Jakarta mulai dilaksanakan Senin (3/1/2021). (A.Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengatakan tak ada kewajiban memberhentikan seluruh kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di suatu sekolah jika ada temuan kasus COVID-19. Sekolah bisa hanya menghentikan kegiatan PTM di rombongan belajar atau kelas yang ada temuan kasus positif COVID-19 saja.

"Saya luruskan, memang di Juknis PTM SK Kepala Dinas Pendidikan 1363, itu jika ada kasus terpapar di salah satu sekolah, kasus ya, bukan klaster. Maka rombel (rombongan belajar) nya itu yang di pembelajaran jarak jauh (PJJ)," kata Kasubag Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radjagah Selasa (18/1/2022).

"Tapi sekolah-sekolah inisiatif, sudahlah semuanya saja (ditutup) biar bisa lihat keamanan anak," sambungnya.

Kendati demikian, ketentuan ini hanya berlaku jika penularan kecil di sekolah. Jika ada klaster COVID-19 di suatu sekolah, sebutnya, maka sekolah wajib ditutup.

"Tapi kalau ada penularan besar, lebih dari 1 itu ditutup semua," jelasnya.

Taga menjamin keputusan melanjutkan PTM sesuai dengan regulasi yang ditetapkan. Meski begitu, Taga menegaskan sekolah tetap harus mengantongi rekomendasi dari Dinas Kesehatan atau puskesmas setempat untuk mengambil keputusan ini.

"Jadi kalau ada kasus terjadi, sekolah nggak bisa mutusin sendiri. Langsung koordinasi dengan Dinkes, terutama puskesmas. Kenapa? Karena kan semua sekolah sudah pegang CP dokter puskesmas setempat. Jadi dari sisi kemedisan berkonsultasi ke ahlinya," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 67 kasus COVID-19 ditemukan pada 39 sekolah DKI Jakarta. Imbas temuan kasus itu, puluhan sekolah langsung ditutup sementara.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan 67 kasus itu terdiri atas 62 siswa, 2 pendidik, serta 3 tenaga kependidikan.

"Totalnya yang ditutup ada 39 sekolah namun sebagian sudah dibuka kembali. Dari total sekian yang terpapar, peserta didik 62, pendidik 2, tenaga kependidikan 3. Total 67 yang terpapar virus Corona," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (18/1/2022).

Dalam daftar sekolah yang diberikan Pemprov DKI, memang ada beberapa sekolah yang hanya ruang kelasnya saja ditutup. Seperti misalnya, di SMAN 63 Jakarta hanya Kelas XII MIPA 1 yang dialihkan ke PJJ.

Sementara itu, Kasubag Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radjagah mengatakan, dari 39 sekolah yang sempat ditutup itu, 19 sudah dibuka. Akan tetapi dia tidak menjabarkan sekolah mana saja yang telah memulai kembali proses belajar tatap muka.

Simak juga video 'PTM 100% Dikhawatirkan, Ini Respons Wagub DKI':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/aik)