Pemprov DKI Ungkap Ada Sekolah Tolak Pelacakan Kasus Aktif Corona

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 18:45 WIB
Pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen telah digelar di Jakarta sejak Senin (3/1/2021). PTM pun masih berjalan meski Jakarta kini menerapkan PPKM level 2.
Ilustrasi PTM (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta mengungkap ada sekolah yang menolak pelacakan kasus aktif atau active case finding (ACF). Padahal puluhan kasus positif COVID-19 terdeteksi karena Dinas Kesehatan DKI Jakarta rutin menjalani ACF di sekolah Ibu kota.

"Karena ternyata kata Dinkes ada juga sekolah yang nggak mau di ACF," kata Kasubag Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radjagah saat dihubungi, Selasa (18/1/2022).

Taga tak menyebutkan sekolah mana yang menolak kegiatan ACF. Yang jelas, dia menegaskan kegiatan ACF terhadap sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) sifatnya wajib. Tujuannya supaya mengetahui pergerakan virus COVID-19 di lingkungan sekolah.

"Kita imbau semua sekolah wajib menerima, nggak boleh menolak. untuk apa? Untuk mendeteksi sedini mungkin. Ini bagian dari upaya kita karena kita nggak bisa lihat bergeraknya virus," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan pihaknya akan berkoordinasi oleh Dinas Pendidikan jika mendapati sekolah yang enggan menjalani ACF.

"Yang kita harapkan adalah apabila sekolah itu PTM, maka harus mau ACF. Tinggal komunikasi kepada Disdik untuk mencari solusi terbaik kepada siswa, yang kalian butuh proses pembelajaran, keamanan kesehatan, dan dari sisi regulasi," jelasnya.

Merujuk pada hasil pemeriksaan ACF, Dinkes DKI mendeteksi penularan virus COVID-19 terhadap warga sekolah tak bermula dari kegiatan PTM, melainkan dari komunitas.

"Data-data di kita menunjukkan kasus positif-nya tidak bermula di sekolah, tetapi bermula dari komunitas," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 67 kasus COVID-19 ditemukan pada 39 sekolah DKI Jakarta. Imbas temuan kasus itu, puluhan sekolah langsung ditutup sementara.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan 67 kasus itu terdiri atas 62 siswa, 2 pendidik, serta 3 tenaga kependidikan.

"Totalnya yang ditutup ada 39 sekolah namun sebagian sudah dibuka kembali. Dari total sekian yang terpapar, peserta didik 62, pendidik 2, tenaga kependidikan 3. Total 67 yang terpapar virus Corona," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (18/1/2022).

Sementara itu, Kasubag Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radjagah mengatakan, dari 39 sekolah yang sempat ditutup itu, 19 sudah dibuka. Akan tetapi dia tidak menjabarkan sekolah mana saja yang telah memulai kembali proses belajar tatap muka.

(taa/idn)