Suara Mahasiswa

Simpati ke Haris-Fatia, PMII Minta Polisi Jamin Kebebasan Berekspresi

Arief Ikhsanudin - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 20:17 WIB
Wakil Sekjen PMII, Hasnu
Wasekjen PB PMII Bidang Polhukam, Hasnu (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti sempat dijemput polisi terkait panggilan atas laporan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan. Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) bersimpati kepada mereka berdua.

Sebagaimana diketahui, Haris dan Fatia sempat dijemput polisi tadi pagi. Mereka tak jadi dijemput paksa oleh polisi. Siang harinya, mereka berdua datang sendiri ke Polda Metro Jaya.

"Ini signal kepada rakyat bahwa matinya demokrasi di Indonesia Maju," kata Wasekjen PB PMII Bidang Polhukam, Hasnu, dalam keterangan tertulis, Selasa (18/1/2021).

Hasnu mengatakan kedatangan pihak kepolisian Polda Metro Jaya ke kediaman Fatia dan Haris juga makin menegaskan bahwa Kepolisian dapat dijadikan alat negara untuk menakuti masyarakat yang sedang melakukan kritik terhadap pemerintah/pejabat publik atas kebijakan yang dikeluarkan.

Dalam kasus Fatia dan Haris, menurut Hasnu, upaya kriminalisasi ditujukan kepada ekspresi, kritik dan riset yang dilakukan masyarakat sipil sebagai bagian dari pengawasan publik. Menurut Hasnu, kepolisian seharusnya bertindak profesional dengan menjamin ruang kebebasan sipil masyarakat dan tidak berpihak pada kepentingan pejabat.

Berikut adalah sikap PB PMII mengenai persitiwa yang menimpa Haris-Fatia yang sempat dijemput oleh polisi:

1. PB PMII mendesak Polda Metro Jaya agar menghentikan proses hukum terhadap upaya kriminalisasi Haris dan Fatia.

2. Kepolisian agar menjamin ruang kebebasan berekspresi masyarakat, khususnya Fatia dan Haris Azhar;

Kepolisian tidak bertindak sewenang-wenang dan tetap pada komitmen untuk menjaga demokrasi di Indonesia dengan mengimplementasikan hukum dan kebijakan yang sudah dibuat untuk kepentingan masyarakat dan bukan untuk pemberangusan kebebasan berekspresi warga negara.

3. PB PMII Bidang Politik, Hukum dan Hak Asasi Manusia akan melakukan pembelaan terhadap Haris dan Fatia sebagai bentuk dukungan melawan bentuk kriminalisasi terhadap aktivis.

4. PB PMII Bidang Politik, Hukum dan HAM akan melakukan konsolidasi terhadap seluruh elemen mahasiswa untuk bergerak dan mengawal secara ketat terhadap kasus kriminalisasi kepada Haris dan Fatia.

5. PB PMII mendesak Kapolri agar mencopot Anggota Kepolisian Polda Metro Jaya yang melakukan penjemputan secara paksa terhadap Haris dan Fatia.

Haris Azhar sendiri sudah menjelaskan bahwa penjemputan polisi tadi pagi tidak melibatkan upaya fisik berlebihan. Peristiwa itu terjadi pukul 08.00 WIB. Polisi menunjukkan surat kuasanya. Polisi datang tiba-tiba. Dia menyatakan tak ada upaya fisik dari polisi untuk menjemput dirinya.

"Saya sih bukan apa-apa. Saya kecewanya karena saya belum mandi. Kira-kira begitu," kata Haris Azhar seusai pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya.

(dnu/dnu)