Polri Bongkar Sejumlah Kasus Kejahatan Penghuni Lapas: Pemerasan-TPPU

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 20:04 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan (Adhyasta-detikcom)
Brigjen Ahmad Ramadhan (Adhyasta/detikcom)
Jakarta -

Polri mengungkap sejumlah kasus tindak pidana yang dilakukan dari balik jeruji lapas di sejumlah wilayah di Tanah Air. Parahnya, para pelaku dari kasus tersebut merupakan narapidana penghuni lapas.

Berikut ini rangkuman tindak pidana penghuni lapas di sejumlah daerah:

Bekasi

Yang pertama, terjadi di Lapas Kelas IIA Bulak Kapal, Bekasi, Jawa Barat. Seorang narapidana di lapas tersebut, yang berinisial MOA, menjadi pelaku penghinaan dan pembuatan surat palsu.

"Ada kasus yang melibatkan salah satu napi lapas kelas 2A Bulak Kapal, Bekasi. Kasusnya adalah penghinaan dan atau pencemaran nama baik atau manipulasi data juga membuat surat palsu. Ini dilakukan oleh napi Lapas Kelas IIA bulak Kapal, Bekasi atas nama inisial MOA," ungkap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Selasa (18/1/2022).

Jambi

Pada 2020, seorang napi Lapas Kelas II Jambi berinisial SR terlibat dalam kasus penyebaran berita bohong. SR disebut Ramadhan juga turut menjadi pelaku dalam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Kejadian 2020 napi Lapas Kelas II Jambi, kasusnya adalah tindak pidana menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang merugikan konsumen dan TPPU atau penipuan hampir sama. Itu dilakukan oleh napi atas inisial SR di Lapas Kelas II Jambi," terang Ramadhan.

Siborong-borong, Sumatera Utara

Kemudian, Polri juga mengungkap dua kasus tindak pidana yang terjadi di Siborong-borong, Sumatera Utara (Sumut). Salah satunya, kasus penyebaran berita bohong melalui media sosial (medsos) yang dilakukan oleh pelaku yang memiliki akun medsos bernama Zulfahmi.

"Di Lapas Siborong-borong, Sumut. Kasusnya tindak pidana penipuan melalui salah satu medsos dengan nama Zulfahmi, pelanggarannya hampir sama tindak pidana penyebaran berita bohong. Saat ini prosesnya masih tahap penyidikan," ujar Ramadhan

Kedua, empat orang napi berinisial MF, MA, KR, dan MF kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyebaran berita bohong. Berkas keempatnya sudah dinyatakan lengkap dan akan segera menjalani persidangan.

"Kasusnya hampir sama. Napi binaan atas inisial MF, tersangkanya ada 4: MF, MA, KR, dan AP. Juga kasusnya sudah P21 di lapas yang sama di Lapas Siborong-borong, Sumut, kasusnya juga P21 di Kejaksaan Negeri medan," ucap Ramadhan.

Selengkapnya di halaman berikutnya.