SMAN 22 Surabaya Diliburkan 5 Hari Usai Ditemukan 1 Siswa Positif COVID-19

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 18:32 WIB
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya Nanik Sukristina
Kadinkes Surabaya Nanik Sukristina (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya - Seorang siswa kelas 11 di SMAN 22 Surabaya positif COVID-19. Dinas Kesehatan Kota Surabaya menyebut sekolah diliburkan selama 5 hari.

Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristina mengatakan untuk sementara, sekolah akan diliburkan selama 5 hari ke depan. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran di sekolah, sambil menunggu hasil testing kontak erat keluar. Libur sementara ini mengacu pada SKB 4 menteri.

"Sudah diswab semua siswanya. Di puskesmas sudah diswab, di Puskesmas Balas Klumprik. Sesuai SE SKB 4 Menteri diliburkan sementara 4 hari," jelas Nanik di Kantor Dinkes Surabaya, Selasa (18/1/2022).

Kendati demikian, Nanik menegaskan, jika sekolah tidak di-lockdowon. Melainkan hanya diliburkan sementara.

"Tidak lockdown. SMAN 22 diliburkan selama 4 hari. Hanya 1 sekolah itu saja," tambahnya.

Tak hanya itu, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah tersebut pada hari ini juga diliburkan. Sementara seluruh guru, karyawan hingga murid di kelas yang ditempati siswa positif dilakukan tes swab.

"Pelaksanaan swab ini bukan hanya guru. Langkah ini dilakukan puskesmas bersama 3 pilar terkait langkah cepat setelah informasi adanya siswa yang hasil PCR barusan kita ketahui pada Selasa," kata Camat Wiyung, Budiono kepada detikcom di Surabaya, Selasa (18/1/2022).

Budiono mengatakan usai hasil PCR siswa tersebut positif, Kepala SMAN 22 Surabaya langsung menghubungi puskesmas. Pihak puskesmas langsung menginstruksikan seluruh guru dan siswa melakukan swab untuk antisipasi.

"Alhamdulillah seluruh guru dan siswa pada intinya bisa mengikuti kegiatan swab, mudah-mudahan nanti hasilnya bisa negatif sehingga nantinya pelaksanaan kegiatan sekolah di SMAN 22 bisa berlangsung," tambah Budiono.

Sementara Budiono mengatakan ada sekitar 50 guru dan karyawan yang mengikuti swab hari ini. Lalu, ada 35 siswa yang sekelas dengan pasien COVID-19 yang juga diswab.

"Untuk hari ini seluruh guru yang ada di SMAN 22, baik guru maupun pegawai total 50 orang. Sedangkan siswanya satu kelas ada 36, jadi 35 orang yang diswab," imbuhnya.

Sebelumnya, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan PTM rencananya akan digelar kembali besok. Khofifah menegaskan di sekolah tersebut tidak terjadi lockdown.

"Per hari ini diliburkan semuanya tetapi besok direncanakan kelas lain akan PTM," kata Khofifah di sela kunjungannya berbelanja buah Srikaya, di Pasar Blutho, Sumenep, Madura, Selasa (18/1/2022).

Khofifah mengatakan siswa yang positif tersebut merupakan siswa kelas 11. Khusus di kelasnya, akan dilakukan pembelajaran secara daring. Namun, untuk kelas lainnya dilakukan PTM seperti biasanya.

"Khusus kelas 11 di mana sang anak ini terkonfirmasi positif, akan dilakukan daring. Jadi daringnya hanya satu kelas di mana ada anak terkonfirmasi positif di SMA 22 Surabaya ini bukan lockdown, tapi hari ini diliburkan," tegas Khofifah.

(fat/fat)