Netizen Negeri Jiran Ikut Komentar Ibu Kota Nusantara, Apa Artinya di Malaysia?

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 18:28 WIB
Workers put up a Malaysian flag ahead of the 27th Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) Summit at the Kuala Lumpur convention center on November 18, 2015.  Malaysia will host the 27th ASEAN summit from November 18-22.    AFP PHOTO / MANAN VATSYAYANA (Photo by MANAN VATSYAYANA / AFP)
Ilustrasi bendera Malaysia (AFP/MANAN VATSYAYANA)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih Nusantara sebagai nama untuk ibu kota negara (IKN) di Kalimantan Timur nanti. Di Malaysia, Nusantara dipahami sebagai Kepulauan Melayu. Netizen Malaysia sempat merespons penamaan Nusantara untuk ibu kota negara RI.

Pengertian Nusantara versi negeri jiran itu termaktub dalam Kamus Bahasa dan Pustaka Malaysia, lazim disebut Kamus Dewan. Ini adalah kamus resmi terbitan pemerintah Malaysia, setara dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia di Republik Indonesia (KBBI) untuk RI.

Berikut adalah pengertian Nusantara menurut Kamus Bahasa dan Pustaka Malaysia, versi daring:

Nusantara
Definisi: Kepulauan Melayu; kenusantaraan hal yg berkaitan dgn Nusan­tara: berpegang teguh pd asas kebersamaan utk mempertahankan sifat ~ yg asasi. (Kamus Dewan Edisi Keempat)

Definisi: Kepulauan Melayu. kenu­­­­santa­raan hal berkaitan dgn Nusantara. (Kamus Pelajar Edisi Kedua)

Adapun menurut KBBI Edisi V, nusantara berarti "sebutan (nama) bagi seluruh wilayah Kepulauan Indonesia".

Dalam Kamus Dewan Melayu Malaysia, istilah 'nusantara' bermakna Kepulauan Melayu. Merujuk pada Encyclopedia Britannica, Kepulauan Melayu (Malay Archipelago) adalah kepulauan terbesar di dunia, terdiri dari lebih dari 17 ribu pulau Indonesia dan sekitar 7 ribu pulau Filipina. Kadang-kadang, pulau Nugini (Papua) ikut masuk dalam pengertian Kepulauan Melayu. Kepulauan Andaman-Nikobar dan Kepulauan Bismarck tidak masuk dalam Kepulauan Melayu. Makna dari Kepulauan Melayu sama dengan 'Hindia Timur'.

Perbedaan makna 'Nusantara' antara Indonesia dan Malaysia disorot oleh Hans-Dieter Evers, Profesor Emeritus di Pusat Riset Pengembangan Universitas Bonn, sekaligus Ketua di Institut Studi Malaysia dan Internasional, Universitas Kebangsaan Malaysia. Penjelasan berikut disarikan dari tulisan dia berjudul 'Nusantara: History of a Concept' dalam Jurnal terbitan Malaysian Branch of the Royal Asiatic Society.

Namun semuanya berasal dari sejarah yang sama. Kata 'Nusantara' diambil dari zaman Kerajaan Majapahit, Kerajaan yang berpusat di Jawa Timur namun punya wilayah sampai Tanah Melayu (baik Melayu Sumatera maupun Melayu Semenanjung). Kata 'Nusantara' tercantum dalam Kakawin Nagarakertagama karangan Mpu Prapanca tahun 1365, juga Kitab Pararaton tahun 1481.

Kata 'nusa' (menurut Hans-Dieter Evers ini berasal dari bahasa Sanskerta) bermakna 'pulau' dan 'antara' bermakna 'di antara' atau 'meliputi'. Bila digabungkan menjadi 'nusantara', maka maknanya adalah 'pulau-pulau lain'. Demikianlah makna awal dari Nusantara.

Hans-Dieter Evers mengutip Bernhard Vlekke yang juga memahami Nusantara sebagai kata bermakna 'pulau-pulau lain' yang dipandang oleh Jawa atau Bali. Pulau-pulau lain inilah yang juga dipandang orang Jawa (atau Bali) sebagai dunia luar.

Sumpah Palapa dari Mahapatih Majapahit Gajah Mada juga menyebut Nusantara. Maknanya adalah daerah-daerah yang harus dia taklukkan, jadi bukan daerah di dalam wilayah Majapahit saat itu melainkan daerah di luar wilayah Majapahit saat itu, bahkan ada daerah-daerah yang masih termasuk Pulau Jawa.

Begini bunyi Sumpah Palapa sebagaimana dikutip dari situs Kemendikbud RI:

Lamun huwus kalah Nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, Samana isun amukti palapa.

Artinya:
Jika telah mengalahkan Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Pahang (sekarang Malaysia -red), Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik (sekarang Singapura -red), demikian saya (baru akan) melepaskan puasa.

Selanjutnya, kata 'nusantara' tidak lagi dipakai dalam pengertian Majapahit. Nusantara dipandang sebagai pulau-pulau yang dijajah Belanda, termasuk Pulau Jawa. Demikianlah pengertian Nusantara yang diusung Ki Hadjar Dewantara, tokoh pergerakan nasional kemerdekaan Indonesia.

Di Malaysia, pengertian Nusantara secara umum dipahami termasuk wilayah Malaysia, Indonesia, Brunei Darussalam, Thailand selatan, Filipina, dan Singapura.

"Sebagaimana yang dijelaskan dalam tulisan ini, konsep Nusantara telah digunakan dengan cara yang berbeda sepanjang sejarah modern. Istilah 'nusantara' telah diinstrumentalisasi untuk alasan politis-Nusantara sebagai Indonesia Raya-dan untuk alasan komersial," tulis Hans-Dieter Evers.

Simak video 'Kepala Bappenas: Skema Pemindahan Ibu Kota Baru Tak Bebankan APBN':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya, netizen Malaysia: