1.925 Personel TNI-Polri Mulai Bertugas dalam Operasi Damai Cartenz

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 18:24 WIB
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan (Foto: Adhyasta/detikcom)
Kombes Ahmad Ramadhan (Adhyasta/detikcom)
Jakarta -

Operasi Damai Cartenz yang menggantikan Satgas Operasi Nemangkawi dimulai sejak kemarin. Sebanyak 1.925 personel dikerahkan dalam operasi tersebut.

"Dilaksanakan oleh Polda Papua yang di-backup oleh Mabes Polri dan TNI dengan jumlah personel yang terlibat sebanyak 1.925 personel," ucap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Selasa (18/1/2022).

Rinciannya sebanyak 1.824 terdiri atas personel Polri dan sebanyak 101 terdiri atas prajurit TNI.

"1.925 personel itu Polri berjumlah 1.824 dan TNI sebanyak 101. Sedangkan rincian jumlah anggota Polri 1.824 Polda Papua 528 personel, sedangkan backup Mabes Polri berjumlah 1.296 personel," jelas Ramadhan.

Lebih lanjut, Ramadhan menerangkan operasi tersebut nantinya juga melibatkan sejumlah tokoh masyarakat setempat, termasuk tokoh agama dan tokoh adat, untuk bekerja sama menjaga keamanan.

"Fungsi preventif yang bersifat terbuka dan tertutup, dengan meningkatkan peran serta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat untuk memberikan imbauan agar menciptakan stabilitas kamtibmas guna terlaksananya agenda kegiatan lokal dan nasional di Papua," tutur Ramadhan.

Sebelumnya, masa operasi Satgas Nemangkawi yang biasa memburu anggota teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) akan berakhir dan digantikan oleh Operasi Damai Cartenz. Polri menyebut target operasi dari Operasi Damai Cartenz ini ialah masyarakat Papua.

"(Masyarakat Papua) sebagai target operasi, maksudnya target pembinaan," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Rabu (12/1/2022).

Ramadhan mengatakan anggota Polri yang terlibat dalam Operasi Damai Cartenz akan membina masyarakat Papua di berbagai sektor dan bidang kegiatan. Di antaranya sektor pertanian hingga peningkatan kesejahteraan.

Maka dari itu, Ramadhan membeberkan, nantinya polisi akan banyak berinteraksi dan berkegiatan langsung dengan masyarakat di Papua dalam operasi ini. Tujuannya adalah membuat masyarakat di Papua lebih sejahtera.

"Jadi ada upaya-upaya Polri bersama masyarakat untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang tujuannya menyejahterakan masyarakat. Namanya itu binmas (pembinaan masyarakat) noken atau pendekatan kepada masyarakat," imbuhnya.

(rak/idn)