Gantikan Satgas Nemangkawi, Operasi Damai Cartenz Bakal Tingkatkan Pembinaan

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 19:19 WIB
Kabag Penum Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan
Foto: dok. Humas Polri
Jakarta -

Masa operasi Satgas Nemangkawi yang biasa memburu anggota teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) akan berakhir dan digantikan oleh Operasi Damai Cartenz. Polri menyebut target operasi dari Operasi Damai Cartenz ini ialah masyarakat Papua.

"(Masyarakat Papua) Sebagai target operasi, maksudnya target pembinaan," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Rabu (12/1/2022).

Ramadhan mengatakan anggota Polri yang terlibat dalam Operasi Damai Cartenz akan membina masyarakat Papua di berbagai sektor dan bidang kegiatan. Di antaranya sektor pertanian hingga peningkatan kesejahteraan.

Maka dari itu, Ramadhan membeberkan, nantinya polisi akan banyak berinteraksi dan berkegiatan langsung dengan masyarakat di Papua dalam operasi ini. Tujuannya adalah membuat masyarakat di Papua lebih sejahtera.

"Jadi ada upaya-upaya Polri bersama masyarakat untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang tujuannya menyejahterakan masyarakat. Namanya itu binmas (pembinaan masyarakat) noken atau pendekatan kepada masyarakat," imbuhnya.

Sebelumnya, Satgas Operasi Nemangkawi, yang biasa melakukan penindakan hukum terhadap anggota teroris KKB di Papua, diakhiri. Nama Satgas Nemangkawi diganti dengan Operasi Damai Cartenz 2022.

"Nanti Operasi Nemangkawi ini berakhir, dan namanya diganti jadi Operasi Damai Cartenz 2022," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan saat dihubungi, Senin (10/1).

Ramadhan mengatakan masa operasi Satgas Nemangkawi berakhir pada 25 Januari 2022. Jumlah personel Operasi Damai Cartenz masih dibahas.

"(Satgas Nemangkawi berakhir) 25 Januari. Nah rencana pelibatan personel masih digodok jumlahnya," ucapnya.

Adapun Operasi Damai Cartenz ini mengedepankan tiga fungsi. Fungsi yang dimaksud merupakan fungsi intelijen, fungsi bimas, dan fungsi humas.

Ramadhan menegaskan penindakan hukum masih dilakukan dalam Operasi Damai Cartenz oleh satgas gakkum. Hanya, penindakan hukum tidak dikedepankan.

"Cara bertindak yang dikedepankan dalam Operasi Damai Cartenz ini persuasif dan preemtif. Dengan kedepankan fungsi intelijen, fungsi bimas, dan fungsi humas dengan didukung fungsi lain. Fungsi preventif sabhara dan gakkum. Jadi gakkum itu sebagai fungsi pendukung," imbuh Ramadhan.

(drg/maa)