Laporan JoMan ke Ubedillah Badrun Mulai Diselidiki, Pelapor Diperiksa Besok

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 17:50 WIB
Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat (do.istimewa)
Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Relawan Jokowi Mania (JoMan) melaporkan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun, soal dugaan fitnah dan laporan palsu. Polda Metro Jaya telah menerima dan menyelidiki laporan tersebut.

"Laporan sudah diterima. Mau kami klarifikasi dia (pelapor) belum datang," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat saat dihubungi, Selasa (18/1/2022).

Tubagus Ade mengatakan seharusnya pelapor diklarifikasi pada Senin (17/1) kemarin. Namun undangan klarifikasi itu belum dipenuhi pelapor.

Polisi tengah mengkaji dasar dari laporan yang dilayangkan oleh pihak JoMan selaku pelapor.

"Dia bikin laporan terus mau kami klarifikasi apa, bagaimana legal standing-nya dia dapat ini dari mana? Tapi belum datang hanya bikin LP (laporan polisi) sudah saja," jelas Tubagus Ade.

Pelapor Diperiksa Besok

Dihubungi terpisah, Ketua JoMan Imanuel Ebenezer membenarkan pihaknya tidak memenuhi undangan klarifikasi yang dilayangkan Polda Metro Jaya. Namun dia menyebut pemeriksaan itu akan dilakukan pada Rabu (19/1) besok.

"Betul karena memang kemarin dari Polda itu mau konfirmasi, tapi problemnya kami memang sibuk dengan banyak hal. Mungkin Rabu kali akan dipanggil ulang. Lantas di situ akan kami lihat perkembangannya seperti apa," jelas Noel, sapaan akrab Imanuel.

Menurut Noel, pihaknya membuka peluang mengganti pasal yang dilaporkan kepada Ubedillah Badrun. Hal itu dilakukan lantaran tidak ada permintaan maaf yang dilakukan dosen UNJ tersebut.

"Kawan-kawan akhirnya punya kesepakatan kemungkinan kita akan menggunakan pasal bukan 317 KUHP, bisa ada perubahan pasal," jelas Noel.

"Kita akan lihat pertimbangannya besok. Kami akan diskusi dengan tim hukum bagusnya seperti apa karena sampai detik ini tidak ada semacam klarifikasi dari Ubed. Tetap menyebarkan opini-opini yang menurut saya adalah penyesatan publik. Saya bukan membela anaknya Jokowi. Saya sebagai publik, hak publik, ini kan menjadi hak publik apa yang dia sampaikan," jelasnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.