Sidang Perdana Kebakaran Maut Lapas Tangerang Ditunda, Ini Sebabnya

Khairul Maarif - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 16:16 WIB
Sidang perdana kasus kebakaran maut Lapas Klas IA Kota Tangerang pada Selasa (18/1/2022) ditunda. Sidang ditunda karena Ketua Majelis Hakim Aji Suryo berhalangan hadir. (Khairul Maarif/detikcom)
Sidang perdana kasus kebakaran maut Lapas Kelas IA Kota Tangerang pada Selasa (18/1/2022) ditunda. Sidang ditunda karena Ketua Majelis Hakim Aji Suryo berhalangan hadir. (Khairul Maarif/detikcom)
Tangerang -

Sidang perdana kasus kebakaran maut Lapas Kelas IA Kota Tangerang ditunda. Sidang ditunda karena ketua majelis hakim Aji Suryo berhalangan hadir.

Hal tersebut disampaikan oleh anggota majelis hakim Elly Istianawati. Pada sidang yang digelar di Pengandilan Negeri (PN) Tangerang ini dihadirkan empat terdakwa.

"Sidang ditunda sampai 25 Januari 2022 karena Ketua Majelis Hakim tidak hadir disebabkan mertua beliau meninggal dunia," ujar Elly, Selasa (18/1/2022).

Sidang pembacaan dakwaan ini sedianya dimulai pukul 14.20 WIB. Penundaan ini diterima oleh jaksa penuntut umum (JPU) dan kuasa hukum terdakwa.

Sidang ini menghadirkan empat terdakwa yang pernah menjadi petugas Lapas Kelas IA Tangerang. Keempatnya adalah Suparto, Rusmanto, Yoga Wido Nugroho, dan Panahatan Butar Butar.

Pengacara keempat terdakwa, Firmauli Silalahi, mengatakan persiapan untuk sidang Minggu depan akan mendengar dan membaca dulu dakwaannya. Setelah itu, pihaknya baru bisa ambil sikap sebagai kuasa hukum.

"Kita dari kuasa hukum para terdakwa mendengar dan membaca dulu dakwaannya, baru kita mengambil sikap sebagai kuasa hukum. Yang pasti, dari kuasa hukum menyampaikan turut berdukacita terhadap keluarga korban kebakaran lapas yang berjumlah 49. Kita sangat bersedih," kata Firman kepada wartawan di PN Tangerang.

Firmauli mengaku keempatnya menerima ditetapkan sebagai tersangka meskipun ada atasan keempatnya yang lebih bertanggung jawab dibanding mereka.

"Oh, kalau masalah itu, mereka sebagai petugas lapangan yang langsung berhadapan pada kejadian malam hari itu, biar bagaimanapun, ya mereka bisa menerima karena itu menjadi tanggung jawab utama mereka sebetulnya pada malam hari itu," ungkapnya.

Selain itu, terkait hanya empat terdakwa yang disidangkan, Firmauli juga mengungkapkan tidak dapat mencampuri hal tersebut. Hal ini dikarenakan memang menjadi kewenangan dari pihak penyidik.

"Penetapan tersangka itu kan polisi ada kewenangan objektif. Kita tidak bisa mencampuri hal itu. Itu kewenangan penyidik. Yang saya wakili empat terdakwa," jelasya.

Sebagaimana diketahui, sebenarnya ada enam tersangka dari kasus kebakaran lapas tersebut. Kedua orang yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan tidak mengikuti sidang itu berinisial JMN dan RS.

Kebakaran Lapas Tangerang Tewaskan 49 Napi

Diketahui kebakaran di Lapas Kelas IA Tangerang terjadi pada 8 September 2021 pagi. Kebakaran bermula di Blok C, yang merupakan hunian untuk narapidana kasus narkoba.

Kala itu di Blok C terdapat 122 napi kasus narkoba. Sebanyak 40 narapidana tewas di lapas; satu narapidana tewas di ambulans; dan delapan narapidana tewas di RSUD Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang.

Luka bakar menjadi penyebab utama napi yang tewas di RSUD. Sementara itu, akibat kebakaran tersebut, puluhan narapidana mengalami luka-luka.

Dari 49 napi yang tewas, satu orang merupakan narapidana kasus pembunuhan, satu orang narapidana kasus terorisme, dan sisanya narapidana kasus narkoba. Di antara mereka yang tewas ada dua warga negara asing dan sisanya warga negara Indonesia.

(jbr/jbr)