Di Depan Menkes, Legislator Ungkit Pandu Riono Sebut 'Ditakuti Omicron'

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 16:08 WIB
Rahmad Handoyo (Dok. Rahmad Handoyo).
Rahmad Handoyo (Foto: dok. pribadi)
Jakarta -

Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo kembali mengungkit pernyataan epidemiolog Pandu Riono, yang menyebut masyarakat ditakut-takuti Omicron. Rahmad meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) segera meluruskan pernyataan Pandu Riono.

"Ada beberapa pengamat, ada beberapa epidemiolog mengatakan bahwa COVID tidak seseram yang kita bayangkan, termasuk bagaimana COVID itu membenturkan atau menakut-nakuti masyarakat. Itu suatu kontraproduktif saya kira, apalagi diungkapkan oleh aparat negara, sangat kita sayangkan," kata Rahmad dalam rapat Komisi IX bersama Kemenkes di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/1/2022).

Dalam rapat Komisi IX tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin hadir secara langsung. Selain Menkes, juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito juga hadir secara langsung.

Rahmad mengingatkan pemerintah agar tidak kendur memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya Corona. Anggota DPR Fraksi PDIP itu mengaku heran terhadap pernyataan Pandu Riono.

"Terus kita tidak lelah untuk menyampaikan edukasi warga, itu penting. Saya jengah sekali ketika Omicron (disebut) tidak begitu bahaya, tidak akan jadi ledakan, itu disampaikan epidemiolog, itu moralnya di mana, universitas besar lagi itu, itu perlu diluruskan," ujarnya.

Rahmad menegaskan pemerintah tidak boleh mendiamkan pernyataan yang justru mendiskreditkan pemerintah sendiri. Dia kembali mengaku heran Pandu Riono bisa menyebut masyarakat ditakut-takuti Corona.

"Saya minta pemerintah jangan diam saja ketika ada pandangan seolah pemerintah menakut-nakuti Omicron, nggak boleh diam, itu abdi negara kok, itu ASN kok," ujarnya.

Adapun pernyataan Pandu Riono yang menyebut masyarakat Indonesia ditakut-takuti Omicron disampaikan dalam acara pemaparan hasil survei suatu lembaga. Ketika itu Pandu Riono mengungkapkan sikapnya terhadap rencana penerapan PPKM level 3 selama libur Nataru.

"Kenapa kok begitu, saya berbeda pendapat? Karena saya yakin dengan data yang saya miliki dari DKI. Dan kalau itu berlaku di seluruh Indonesia, angkanya nggak beda jauh dan itu bisa sebagai penangkal adanya lonjakan walaupun Nataru," papar Pandu Riono secara virtual, Minggu (9/1/2022).

"Dan sekarang kita ditakut-takuti dengan Omicron. 'Jakarta Omicron sudah menembus seribu'," imbuhnya.

(eva/zak)