Polisi: 8 Pelaku Pengeroyokan Anggota TNI AD di Jakut Warga Sipil

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 15:30 WIB
Konferensi pers pengeroyokan hingga menewaskan prajurit TNI AD di Jakut (Yogi/detikcom)
Konferensi pers pengeroyokan hingga menewaskan prajurit TNI AD di Jakut (Yogi/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya mengungkap hasil penyelidikan kasus pengeroyokan yang berujung tewasnya anggota TNI AD Pratu Sahdi (23) di Jakarta Utara (Jakut). Delapan pelaku yang terlibat aksi itu seluruhnya berstatus warga sipil.

"Karena pelaku seluruhnya warga negara sipil, maka dari Puspom TNI mempercayakan penyidikan terhadap korban TNI sepenuhnya dan diharapkan agar penyidikan ini berjalan dengan baik dan para tersangka ditetapkan hukuman sesuai yang berlaku," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Adi Hidayat di Jakarta, Selasa (18/1/2022).

Dari delapan pelaku itu, empat di antaranya sudah ditangkap oleh polisi. Penangkapan pelaku hasil penyelidikan tim gabungan Polres Jakut, Subdit Resmob dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Minggu (16/1) sekitar pukul 03.00 WIB. Aksi itu disebut bermula akibat adanya kesalahpahaman pelaku dan korban.

"Motifnya diduga ada kesalahpahaman karena anggota prajurit TNI yang jadi korban dengan para pelaku tidak pernah ada permasalahan sebelumnya," jelas Tubagus Ade.

Dia menambahkan, para pelaku tidak dalam posisi mencari Pratu Sahdi. Korban disebut berada di lokasi dan terlibat cekcok dengan pelaku hingga berujung pengeroyokan tersebut.

"Bukan dia (pelaku) mencari anggota TNI, tapi anggota TNI kebetulan berada di sana sehingga motivasinya perselisihan di lokasi kejadian karena antara anggota TNI dengan para pelaku tersebut tidak punya hubungan apa-apa sebelum kejadian tersebut," jelas Tubagus Ade.

Dari delapan orang pelaku, empat orang telah ditetapkan ditangkap. Polisi pun telah menetapkan enam orang tersangka dari kasus tersebut. Para tersangka dijerat dengan Pasal 170 dan 351 KUHP.

Peristiwa pengeroyokan itu terjadi di Jl Inspeksi Waduk Pluit, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut), pada Minggu (16/1) pagi. Mulanya, empat orang pelaku dengan berboncengan sepeda motor mendatangi pelaku dan saksi lain.

"(Pelaku) turun (dari motor) dan mendatangi para saksi satu per satu menanyakan 'Apakah kamu orang Kupang?'. Kemudian saksi Sofyan menjawab 'Saya bukan orang Kupang, saya orang Lampung'. Setelah itu pelaku bertanya ke korban dan korban tidak menjawab," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan dalam keterangannya, Senin (17/1).

Setelah itu, terjadi cekcok antara pelaku dan korban. Perkelahian pun terjadi.

"Satu pelaku berkaus hitam mencekik leher korban sambil memegang tangan korban, kemudian salah satu pelaku berkaus biru menusuk korban menggunakan senjata tajam sebanyak dua kali hingga korban jatuh tersungkur," imbuh Zulpan.

Sejumlah saksi lain mencoba melerai perkelahian itu. Namun pelaku lainnya justru melukai para saksi yang mencoba melerai.

"Pelaku kaus hitam dan biru secara acak menyerang orang yang ingin melerai pelaku, termasuk korban (atas nama) Samsul, akhirnya terkena serangan menggunakan senjata tajam oleh tersangka berkaus hitam, mengakibatkan korban Samsul (mengalami) luka sobek di dada sebelah kanan dan luka sobek di punggung belakang," tutur Zulpan.

"Sedangkan korban (atas nama) Soleh luka di bagian jari manis sebelah kanan putus dua ruas," tambahnya.

Simak Video 'Polisi Ungkap Kronologi Pengeroyokan Anggota TNI AD Hingga Tewas di Jakut':

[Gambas:Video 20detik]



(ygs/isa)