6 Orang Jadi Tersangka Pengeroyokan Maut Anggota TNI AD: 3 Ditangkap, 3 DPO

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 14:46 WIB
Jakarta -

Polisi menangkap empat orang terduga pelaku pengeroyokan anggota TNI AD, Pratu Sahdi (23), di Jakarta Utara hingga tewas. Dari empat orang itu, tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Pada hari Selasa, kita sudah mengamankan 4 orang dari 8 orang yang kita duga melakukan aksi tersebut dari 4 orang yang sudah kita amankan. Terhadap yang bersangkutan, 3 orang sudah ditetapkan jadi tersangka dan yang satu orang masih dilakukan pendalaman," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (18/1/2022).

Pelaku yang Belum Ditangkap

Polisi juga menetapkan tiga pelaku lain sebagai tersangka. Mereka kini berstatus sebagai daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus pengeroyokan prajurit TNI AD.

Tugabus kemudian menjelaskan nama-nama tersangka yang menjadi DPO itu. Mereka adalah Baharudin, Sapri, dan Ardi.

"Orang tersebut antara lain adalah atas nama Baharudin, ini orangnya dialah yang diduga kuat melakukan aksi penusukan. Kemudian yang kedua adalah DPO atas nama Sapri, ini sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan saat ini sedang kita lakukan pengejaran, dan yang ketika adalah DPO atas nama Ardi ini orangnya," kata dia.

Polisi meminta pelaku segera menyerahkan diri. Polisi menegaskan bahwa pihaknya telah memiliki bukti yang cukup untuk menetapkan pelaku sebagai tersangka.

"Kepada 3 orang ini sudah kita tetapkan sebagai tersangka dengan alat bukti dari keterangan saksi, kemudian dokumen berupa kamera, ada pemutaran film dan juga dari alat bukti lainnya," ucap dia.

"Oleh karenanya, kepada yang bersangkutan yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan statusnya adalah DPO. Oleh karena itu, terhadap 3 orang ini agar segera menyerahkan diri kepada Ditkrimum Polda Metro Jaya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya," lanjutnya.

Dengan demikian, total terduga pelaku pengeroyokan berjumlah delapan orang. Empat pelaku sudah ditangkap dan tiga orang di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan satu orang lagi masih pendalaman.

Empat pelaku lain masih belum diamankan. Tiga orang di antaranya sudah jadi tersangka dan berstatus DPO. Sedangkan satu orang lagi masih pendalaman.

"Nanti perkembangan selanjutnya. Sementara itu hasil penyidikan," ujar Tubagus.

Peristiwa pengeroyokan hingga tewas itu terjadi di Jalan Inspeksi Waduk Pluit, Pluit, Penjaringan, Jakut, pada Minggu (16/1) pagi. Kasus bermula saat 4 orang pelaku dengan berboncengan sepeda motor mendatangi pelaku dan saksi lain.

"(Pelaku) turun (dari motor) dan mendatangi para saksi satu per satu menanyakan 'Apakah kamu orang Kupang?'. Kemudian saksi Sofyan menjawab 'Saya bukan orang Kupang, saya orang Lampung'. Setelah itu pelaku bertanya ke korban dan korban tidak menjawab," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan dalam keterangannya, Senin (17/1).

Setelah itu, terjadi cekcok antara pelaku dan korban. Perkelahian pun terjadi.

"Satu pelaku berkaus hitam mencekik leher korban sambil memegang tangan korban, kemudian salah satu pelaku berkaos biru menusuk korban menggunakan senjata tajam sebanyak 2 kali hingga korban jatuh tersungkur," imbuh Zulpan.

Sejumlah saksi lain mencoba melerai perkelahian itu. Namun, pelaku lainnya justru melukai para saksi yang mencoba melerai.

"Pelaku kaus hitam dan biru secara acak menyerang orang yang ingin melerai pelaku, termasuk korban (atas nama) Samsul, akhirnya terkena serangan menggunakan senjata tajam oleh tersangka berkaus hitam, mengakibatkan korban Samsul (mengalami) luka sobek di dada sebelah kanan dan luka sobek di punggung belakang," tutur Zulpan.

(knv/fjp)