Penyiram Air Keras Ibu-Anak di Palembang Ditangkap, Pelakunya Sang Suami

Prima Syahbana - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 12:30 WIB
Polisi buru pria penyiram air keras ibu dan anak di Palembang
Korban penyiraman air keras di Palembang. (Foto: Istimewa)
Palembang - Pelaku penyiraman air keras terhadap SH (30) dan anaknya, DA (7), di Palembang, Sumatera Selatan, ditangkap. Pelakunya tak lain adalah suami siri korban.

"Iya sudah kita tangkap, ditangkapnya kemarin (Senin 17/1)," ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Agus Prihadinika, ketika dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (12/1/2021).

Menurut Agus, pria yang sudah jadi buron hampir 2 minggu itu sudah beberapa kali berpindah lokasi untuk bersembunyi dari kejaran petugas.

"Dia ini sudah berapa kali pindah-pindah lokasi untuk bersembunyi," kata Agus

Agus mengatakan pria berinisial MY itu ditangkap pihaknya masih di kawasan Palembang. Dia tidak ditembak karena saat ditangkap tidak melakukan perlawanan.

"Di tangkapnya di Palembang ini lah, tanpa perlawanan," sambungnya.

Sebelumnya, seorang wanita, SH (30), di Palembang, Sumatera Selatan, diduga disiram air keras oleh suami sirinya. Akibat kejadian itu, SH dan anaknya, DA (7), mengalami sejumlah luka bakar.

"Waktu kejadian, anak saya persis di sebelah badan saya, makanya ikut kena. Sebenarnya saya nikah siri sama dia (MY), kami tidak punya anak. Ini (DA) anak sama suami saya sebelumnya," kata SH kepada wartawan, Selasa (11/1/2022).

Peristiwa itu, kata SH, dilakukan oleh suami sirinya di kediaman orang tuanya di kawasan Kelurahan Srijaya, Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang, pada Jumat (6/1/2022). Penyebabnya, sambungnya, MY diduga tak terima ajakan rujuknya selalu ditolak SH.

"Ajakan rujuk sempat diterima dengan janji tidak akan mengulangi perbuatan kasarnya. Namun, setelah diberi kesempatan, nyatanya dia tidak berubah dan tetap saja berbuat kasar. Selama ini dia tidak pernah talak saya. Tapi saya sudah tidak mau sama dia. Mana bisa saya hidup tinggal sama suami seperti itu," ungkapnya.

SH mengaku, sebelum terjadinya penyiraman air keras itu, dia sudah pernah melapor ke RT setempat dan berharap akan diteruskan ke Babinsa karena khawatir MY akan melakukan perbuatan yang lebih membahayakan. Namun, lantaran diklaim tidak punya bukti, aparat RT tersebut justru tidak mau meneruskan harapan SH.

Namun, setelah kejadian penyiraman air keras itu terjadi, SH membuat laporan ke Polsek Sukarami Palembang dengan harapan polisi segera menangkap MY, yang hingga kini masih bebas berkeliaran di luar sana.

Kapolsek Sukarami Palembang Kompol Budi Hartono membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut. Pihaknya saat ini sedang menyelidiki kasus ini memeriksa saksi dan memburu terduga pelaku. (mud/mud)