Polisi Buru Pria Diduga Penyiram Air Keras Ibu-Anak di Palembang

Prima Syahbana - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 11:39 WIB
Polisi buru pria penyiram air keras ibu dan anak di Palembang
Polisi buru pria penyiram air keras ibu dan anak di Palembang (Foto: Istimewa)
Palembang -

Seorang wanita SH (30) di Palembang, Sumatera Selatan, diduga disiram air keras oleh suami sirinya. Akibat kejadian itu, SH dan anaknya, DA (7), mengalami sejumlah luka bakar.

"Waktu kejadian, anak saya persis di sebelah badan saya, makanya ikut kena. Sebenarnya saya nikah siri sama dia (MY), kami tidak punya anak. Ini (DA) anak sama suami saya sebelumnya," kata SH kepada wartawan, Selasa (11/1/2022).

Peristiwa itu, kata SH, dilakukan oleh suami sirinya di kediaman orang tuanya di kawasan Kelurahan Srijaya, Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang, pada
Jumat (6/1/2022). Penyebabnya, sambungnya, MY diduga tak terima ajakan rujuknya selalu ditolak SH.

"Kejadiannya itu Jumat sore. Selama ini dia (MY) memang sudah sering membuntuti sampai benar-benar mengganggu saya. Intinya, dia mau ngajak rujuk, tapi selalu saya tolak," imbuh SH.

Menurutnya, sudah lebih satu tahun lebih dia memilih tinggal di rumah sang ibu dan meninggalkan MY. Keputusan itu dia ambil karena selama dua tahun berumah tangga dia selalu mendapat perlakuan KDRT dari suami siri tersebut.

"Ajakan rujuk sempat diterima dengan janji tidak akan mengulangi perbuatan kasarnya. Namun, setelah diberi kesempatan, nyatanya dia tidak berubah dan tetap saja berbuat kasar. Selama ini dia tidak pernah talak saya. Tapi saya sudah tidak mau sama dia. Mana bisa saya hidup tinggal sama suami seperti itu," ungkapnya.

SH mengaku, sebelum terjadinya penyiraman air keras itu, dia sudah pernah melapor ke RT setempat dan berharap akan diteruskan ke Babinsa karena khawatir MY akan melakukan perbuatan yang lebih membahayakan. Namun, lantaran diklaim tidak punya bukti, aparat RT tersebut justru tidak mau meneruskan harapan Susanti.

"Dari RT tidak mau proses karena katanya tidak ada bukti, tidak ada video. Katanya, kalau dilaporkan ke Babinsa, bakal ditertawakan kalau ngelapor tidak ada bukti," ucapnya dengan nada kecewa.

Namun, setelah kejadian penyiraman air keras itu terjadi, SH membuat laporan ke Polsek Sukarami Palembang dengan harapan polisi segera menangkap MY, yang hingga kini masih bebas berkeliaran di luar sana.

"Saya merasa terancam, bagaimana kalau dia kembali melakukan yang tidak-tidak ke saya dan keluarga. Saya sudah lapor dan berharap polisi segera menangkap dia. Soalnya, perbuatan dia benar-benar sudah sangat keterlaluan. Sudah sangat membahayakan nyawa saya dan keluarga," jelasnya.

Kapolsek Sukarami Palembang Kompol Budi Hartono membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut. Pihaknya saat ini sedang menyelidiki kasus ini memeriksa saksi dan memburu terduga pelaku.

"Setelah menerima laporan, anggota didampingi keluarga korban langsung merespons dengan mendatangi tempat-tempat yang diduga tempat persembunyian pelaku. Tapi, dari beberapa tempat yang didatangi, pelaku belum ditemukan. Untuk saksi dua orang sudah kita periksa dan pelaku masih dalam pengejaran," kata Budi ketika dimintai konfirmasi terpisah.

(mud/mud)