Bareskrim Musnahkan 13,8 Kg Ganja hingga 244 Kg Sabu Asal Myanmar-Afghanistan

Anggi Muliawati - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 12:15 WIB
Bareskrim musnahkan ganja hingga sabu produksi Myanmar dan Afghanistan (Foto: Anggi/detikcom)
Bareskrim memusnahkan ganja hingga sabu produksi Myanmar dan Afghanistan. (Anggi/detikcom)
Jakarta -

Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri memusnahkan barang sitaan berupa narkoba dari berbagai jenis. Ada 244 kg sabu, 13,8 kg ganja, 200 ribu butir ekstasi, dan 47.500 butir erimin atau Happy Five yang dimusnahkan kali ini.

Dirtipidnarkoba Bareskrim Brigjen Krisno Halomoan Siregar mengatakan sabu yang disita polisi berasal dari Myanmar dan Afghanistan. Sabu itu disembunyikan dalam kemasan teh hingga Tupperware.

"Berdasarkan dari analisis, sabu kemasan teh dapat kami yakini produksi Myanmar. Kalau kemasan Tupperware produksi Afghanistan atau Timur Tengah," ujar Krisno dalam jumpa pers di RS Sentosa, Jakarta Pusat, Selasa (18/1/2022).

"Kalau untuk ekstasi memiliki warna dan sebagainya, itu menunjukkan dari daerah mana. Sedangkan ganja itu bisa diketahui tanaman dari mana tingkat keasamannya karena dia berasal dari tanaman," sambungnya.

Adapun total barang bukti itu disita dari delapan kasus yang diungkap Bareskrim. Dalam pengungkapan itu, 21 orang ditetapkan sebagai tersangka.

Krisno mengatakan barang-barang tersebut didapatkan dari penyelundupan di laut maupun darat. Mulai perairan pesisir Simpang Ulim, Jangka Keutapang Aceh, Depok, Bekasi, Bandung, dan Jakarta.

"Ada yang kami tangkap di laut, di Sukabumi, Jakarta, ada yang kami gagalkan masuk ke daratan, ada juga yang sudah masuk," tutur Krisno.

Lebih lanjut Krisno membeberkan modus penyelundupan yang dilakukan para tersangka untuk mengelabui petugas. Krisno mengatakan barang haram itu dimasukkan ke dalam bungkusan berisi ikan teri atau ke mesin cuci.

"Modus ikan teri, ada juga yang dimasukkan ke mesin cuci, dan sebagainya. Jadi bukan sesuatu yang baru tapi diulang lagi dan berharap petugas itu lengah," katanya.

Bahkan, kata Krisno, para tersangka memiliki cara baru dalam mengedarkan narkoba. Para tersangka memanfaatkan media sosial dengan pembayaran melalui kripto ataupun melalui transportasi online.

"Cara baru yaitu menggunakan media sosial, menggunakan kripto pembayarannya yang menurut saya lebih canggih, atau menggunakan jasa transportasi online. Atau mereka membuat akun khusus di media sosial, barang yang dijual ilegal, lalu mereka tertarik dan dijual melalui japri," terang Krisno.

Krisno mengatakan delapan kasus narkoba ini diungkap Bareskrim sejak 27 November 2021 sampai 2 Januari 2022. Dia mengklaim pengungkapan itu membuat jutaan jiwa di Indonesia terselamatkan.

"Total yang dapat diselamatkan kurang-lebih 1.228.100 jiwa," imbuhnya.

(drg/drg)