Penyelundup Sabu 402 Kg Lolos Hukuman Mati, Pengacara: Itu Keputusan Adil

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 11:47 WIB
Satgasus Merah Putih Bareskrim Polri menggerebek sebuah rumah di kawasan elit Kabupaten Sukabumi. 402 kilogram sabu disita dari penggerebekan tersebut.
hSatgasus 'Merah Putih' Bareskrim Polri menggerebek sebuah rumah di kawasan elit Kabupaten Sukabumi. 402 kilogram sabu disita dari penggerebekan tersebut. (Foto: Syahdan Alamsya)
Sukabumi -

Mahkamah Agung (MA) menganulir lagi hukuman mati satu dari 13 gembong narkoba jaringan internasional yang menyelundupkan 402 kg sabu lewat jalur laut. Total ada 10 orang yang hukuman matinya dianulir di tingkat MA.

Dari 10 orang tersebut, ada 6 orang warga Sukabumi yang sebelumnya mendapat vonis mati di tingkat Pengadilan Negeri Cibadak, akhirnya lolos di tingkat banding hingga kasasi di MA. Hal itu mendapat respons baik dari Kantor Hukum Bahari, menurut mereka apa yang dilakukan MA adalah bukti tegaknya supremasi hukum.

"Kalau menurut saya menanggapi pemberitaan keputusan MA di tingkat Kasasi saya sebagai penasihat hukum (PH) dari Kantor hukum Bahari ada 6 orang klien kami dalam kasus tersebut, menurut saya keputusan MA sudah adil," kata Dedi Setiadi, mewakili rekan-rekannya dari Kantor Hukum Bahari, Selasa (18/1/2022).

Dedi menjelaskan, keputusan MA sesuai dengan peran masing-masing orang dalam kasus tersebut. 6 orang kliennya masing-masing Ilan, Basuki Kosasih, Nandar, Sukendar, Risris Rismanto dan Yunan tidak terlibat secara global dalam jaringan narkoba internasional tersebut.

"Karena mereka peran-perannya sesuai dengan apa yang dilakukannya tentu hukumannya sesuai seperti itu jadi yang tadinya dihukum mati oleh pengadilan negeri, kita banding dikabulkan banding. Tadinya hukuman mati ada yang 15 tahun sampai 18 tahun sekarang, putusan kasasi dari MA ada beberapa yang berubah. Jadi pada intinya mereka dihukum sesuai dengan peran di dalam kasus tersebut," ujar Dedi.

Diketahui 6 orang yang ditangani Kantor Hukum Bahari berhasil lolos dari jerat hukuman mati, Ilan diubah menjadi 18 tahun penjara, Basuki Kosasih diubah menjadi 18 tahun penjara, Nandar diubah menjadi 18 tahun penjara,Sukendar diubah menjadi 18 tahun penjara Risris Rismanto, kasasinya ditolak dengan perbaikan.

MA mengubah hukuman mati Risris menjadi 20 tahun penjara dan terakhir Yunan Febdiantono, kasasinya ditolak dengan perbaikan. MA mengubah hukuman mati Yunan menjadi 20 tahun penjara.

"Sesuai perannya menurut saya sebagai kuasa hukum apa yang menjadi anulir MA menurut hukum sudah adil. Itu adalah yang dimaksud dengan tegaknya supremasi hukum seperti itu," pungkas Dedi.

Sebelumnya diberitakan, Mahkamah Agung (MA) menganulir lagi hukuman mati satu dari 13 gembong narkoba jaringan internasional yang menyelundupkan 402 kg sabu lewat jalur laut.

Total ada 10 orang yang hukuman matinya dianulir di tingkat MA. Penyelundupan 402 kg itu terjadi pada Maret 2020. Penyelundupan ini menggunakan kapal laut dan dilakukan di perairan internasional. Mereka kemudian membawanya lewat jalur tikus ke kawasan Pelabuhanratu, Sukabumi.

Rencana yang tersusun rapih tersebut akhirnya gagal setelah tim dari kepolisian berhasil mengungkap kasus ini dan menangkap beberapa tersangka yang saat ini sudah berstatus sebagai terdakwa dan terpidana. Sebanyak 14 orang jadi tersangka dan 13 orang di antaranya dituntut hukuman mati.

(yum/bbn)