Antisipasi Tawuran, Polres Kota Bekasi Bakal Pantau Media Sosial

Fakhri Fadlurrohman - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 10:33 WIB
perkelahian antar anak SMA
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Bekasi -

Polres Kota Bekasi akan melakukan upaya pencegahan tawuran di Kota Bekasi. Salah satunya dengan memantau media sosial.

"Tentu kami selalu memonitor di sosial media jika ada ajakan-ajakan tawuran tentu kami akan segera lakukan langkah-langkah pencegahan secepat-cepatnya," ujar Kapolres Metro Kota Bekasi Kombes Hengki saat dihubungi pada Selasa (18/1/2022).

Hengki mengimbau orang tua memonitor anak-anaknya. Hal tersebut untuk mencegah anak ikut-ikutan tawuran.

"Monitor kepada putranya yang sudah malam hari pulangnya atau sudah tidak ada kabar dicari, dikendalikan, diberikan imbauan dari kami melalui orang tuanya. Agar tidak terjadi pelanggaran hukum khususnya ikut-ikutan sebagaimana kita alami adanya tawuran-tawuran," ucapnya.

Hengki mengaku, selama Januari 2022, belum ada laporan tawuran yang terjadi di Kota Bekasi. Walau begitu, polisi akan selalu melakukan patroli malam.

"Ketika belum terjadi ya kita berikan imbauan, ketika sudah terjadi ada korban kita akan lakukan penegakan hukum, tapi kita lebih mengutamakan pencegahan melalui imbauan," tuturnya.

Pada hari sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyatakan akan diadakan penanaman nilai moral di akhir pembelajaran di sekolah. Keinginan tersebut untuk mencegah adanya aksi tawuran di kalangan pelajar.

"Tanamkan rasa nasionalisme dan perkuat dasar negara Pancasila, kemudian guru ditiru namanya guru harus menjadi kebiasaan bukan karena hanya tekstual yang diberikan kepada siswa siswi tetapi kontekstual," ucap Uu kepada wartawan di SMAN 1 Kota Bekasi, Jalan KH Agus Salim, pada Senin (17/1).

Senada dengan hal tersebut, Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono ingin ada penanaman materi moral dan etika kepada siswa. Pemberian materi itu pun tidak akan menghabiskan waktu berjam-jam.

"Tadi sudah disampaikan bagaimana kita sekarang setiap 15 menit terakhir proses pembelajaran. Itu diberikan semacam etika, kemudian diingatkan harapan orang tua, doa, dan lain sebagainya," kata Tri.

(lir/lir)